- 5:45 PM
- 0 Comments
- 4:11 PM
- 0 Comments
- 5:12 PM
- 0 Comments
- 5:17 AM
- 0 Comments
Klik artikel selengkapnya pada tautan berikut ini : https://gaya.tempo.co/read/1380635/kiat-dampingi-anak-belajar-di-rumah-agar-tetap-menyenangkan-dan-efektif
- 1:54 AM
- 0 Comments
Klik artikel selengkapnya melalui link berikut ini : https://investor.id/lifestyle/ini-kiat-dampingi-anak-selama-pjj-dengan-menyenangkan
- 1:11 AM
- 0 Comments
Gresnia Arela Febriani - wolipop
Minggu, 18 Agustus 2019 17:08 WIB
Jakarta - Paskibraka selalu menarik atensi setiap upacara HUT RI di Istana Negara. Kekompakan dan kedisiplinan mereka saat baris-berbaris menimbulkan decak kagum siapapun yang melihatnya.
Sekilas terlihat mudah, kekompakan Paskibraka dalam berbaris ini tak didapat semudah membalikkan telapak tangan. Dalam wawancara dengan Wolipop, tiga alumni Paskibraka pun mengisahkan bagaimana beratnya latihan yang harus mereka jalani saat karantina hingga akhirnya bertugas di upacara HUT RI pada 17 Agustus. Berikut kisahnya:
Vivid F. Argarini, Paskibraka Tingkat Provinsi 1989
Saya angkatan 1989, ada seleksi ketahanan fisik kita karena panas-panasan, keringetan, kuat atau tidak. Ketahanan mental juga dilihat. Kita diajarkan tangguh sebagai indvidu.
Waktu seleksi saya itu ada essay juga. Jadi angkatan saya diminta untuk membuat satu karya tulis, presentasi, mempertunjukkan kemampuan kita dibidang kesenian.
Selanjutnya ada training selama dua minggu. Dari awal kita melakukan aktivitas baris-berbaris, melipat bendera. Pokoknya kalau bicara day to day itu baris lagi baris lagi. Karena begini belajar hormat aja itu penting, miringnya berapa derajat, tangannya mesti bagaimana, jarinya mesti gimana, sikap sempurna jempolnya menghadap ke mana, jarinya mesti gimana.
Pada saat kita berjalan dengan tim pun dilihat, bagaimana kakinya setinggi apa. Melipat handuk pun ada latihan cara melipatnya. Cara mengambil dan melipatnya juga ada caranya.
Gloria Natapradja Hamel, Paskibraka Tingkat Nasional 2016
Pelatihan yang diberikan pada masa karantina itu biasanya rutin melakukan lari, push up, physical development dan lain-lain. Dari satu menit push up cuman tiga kali, sampai aku bisa semenit push up 70 kali. Itu bener-bener perjalanannya susah banget.
Jika salah satu orang salah, satu grup bisa terkena hukumannya. Itu yang membuat kita bertanggung jawab sama orang lain juga. Dan kesolidan menuju proses-prosesnya. Dan juga ditekunin banget perihal kenapa harus seserius itu untuk sang merah putih. Jadi tumbuh respectnya terhadap negara.
Andita Nurakhlisa Wijaya, Paskibraka Tingkat Propinsi 2014
Saat karantina, bangun tidurnya pasti jam 04.00. Kalau waktu tidurnya tidak tentu, pernah sampai jam 23.00. Setelah bangun mandi, salat, lari, olahraga, mandinya bareng-bareng lho! Lalu pergi ke tempat latihan dengan naik truk TNI sambil nyanyi keras seanjang jalan.
Latihan sampai pukul 17.00, langsung kembali ke asrama. Setelah itu mandi, makan, salat Magrib sampai Isya di masjid, kembali lagi ke asrama lanjut pembekalan materi. Selama pemberian materi ini harus siap perang dengan rasa kantuk setelah siangnya seharian latihan di terik matahari. Tema pembekalan, biasanya seputar kewarganegaraan, sejarah Paskibraka dan kepemimpinan.
Saat mendengarkan pembekalan materi, posisi duduk harus siap yang tegap. Tangan tidak boleh menopang kepala. Saat itu benar-benar terasa rasa kantuk. Sampai dicubit-cubitin teman sebelah agar tidak ngantuk.
- 4:59 PM
- 0 Comments
Gresnia Arela Febriani - wolipop
Senin, 19 Agustus 2019 15:34 WIB
Jakarta - Pasukan pengibar bendera pusaka atau Paskibraka yang tampil setiap upacara HUT RI selalu membuat kagum dengan kekompakan mereka dalam baris-berbaris. Kekompakan para anggota Paskibraka ini didapat bukan hanya dalam semalam. Mereka dikarantina dalam kurun waktu tertentu dan ditempa dengan berbagai ilmu.
Purna Paskibraka Vivid F. Argarini termasuk yang merasakan benar tempaan tersebut saat menjadi anggota Paskibraka tingkat provinsi pada 1989. Berikut lima hal bermanfaat dari mengikuti Paskibraka yang menurut Vivid terus berguna hingga kehidupannya kini:
1. Disiplin
Kedisiplinan sudah pasti menjadi hal pertama yang akan terus diingat anggota Paskibraka setelah tak lagi bertugas. Vivid menjelaskan saat karantina, anggota Paskibraka diajarkan untuk disiplin mengikuti jadwal yang sudah ditentukan.
"Kita harus patuh dengan jadwal yang telah disiapkan. Bangun pagi, salat dan agama lain ada kegiatannya. Lalu habis itu latihan baris berbaris, mendengarkan materi tentang bela negara, patriotisme. Jadi semua schedule sudah disiapkan. Jadi kita harus patuh dan disiplin menjalaninya," kata wanita yang kini berprofesi sebagai dosen itu saat berbincang dengan Wolipop.
2. Manajemen waktu
Menjadi anggota Paskibraka membuat Vivid belajar mengatur waktu. Hal itu karena ketika menjadi paskibraka, para anggotanya tetap tidak boleh melewatkan tugas pokok sebagai siswa sekolah. "Pekerjaan rumah atau PR, persiapkn ujian, izin orangtua dan lain-lain. Jadi kita terbiasa untuk mengatur waktu dengan bijak. Kita harus mengatur skala prioritas," ucapnya.
3. Team work
Kerjasama antar tim dipelajari benar oleh anggota Paskibraka. Vivid menuturkan sesuai pengalamannya kerjasama antar tim atau team work ini terlatih seiring Paskibraka latihan baris berbaris.
"Jika satu orang saja salah, maka satu grup akan dihukum. Jadi kita juga harus memikirkan orang lain juga. Supaya grupnya tidak dikenai hukuman, harus terus belajar dan memperbaiki yang kurang. Lalu kita satu gerakan yang sama, bersemangat yang sama, dengan tujuan yang sama juga. Jadi saling bonding, kita memberikan semangat satu sama lain," jelas wanita yang juga dikenal sebagai praktisi komunikasi itu.
4. Rasa syukur
Selama karantina atau menjalani pelatihan, para anggota Paskibraka menjadi terbiasa untuk memiliki rasa syukur. Mereka menjadi sadar untuk bersyukur karena setiap sesi makan anggota Paskibraka wajib menghabiskan seluruh makanan yang disediakan panitia.
"Kita tidak boleh menyisakan makanan yang sudah diberikan oleh panitia. Makanya terkesan straight banget. Bahkan satu butir nasipun tidak boleh tersisa di piring. Karena itu adalah bukti bahwa kita mensyukuri apapun yang diberikan. Jadi, kita wajib untuk menghabiskan," kata Vivid.
5. Memiliki rasa cinta tanah air
Yang pastinya tertanam dalam diri setelah menjadi anggota Paskibraka adalah rasa cinta terhadap NKRI. Rutin menyanyikan lagu Indonesia Raya juga membuatnya semakin bangga menjadi orang Indonesia.
"Saya sampai detik ini kalau menyanyikan lagu Indonesia Raya pasti sikap sempurna, sampai detik ini! Saya merasa ini negara dibangun dengan susah payah lho!" ujarnya.
- 6:39 AM
- 0 Comments
- 11:37 PM
- 0 Comments
Aktor peraih Piala Citra, Reza Rahadian, tampil di Selebrita Trans 7, Senin, 5 Maret 2018 untuk berbincang tentang filmnya, Benyamin Biang Kerok (2018). Bertepatan dengan hari ulang tahun Reza itu, Mbak Vivid F. Argarini hadir sebagai kejutan untuknya. Happy birthday Reza!
- 2:23 AM
- 0 Comments
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI bertekad tahun 2018 ini menjadi titik tolak upaya menyelenggarakan Pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan (PSMK) yang lebih baik. Hal ini diungkapkan Direktur Pembinaan SMK - Kemendikbud, Dr. M. Bakrun, MM, dalam pengantarnya di majalah SMK Bisa-Hebat Edisi 6 Tahun 2018.
Dengan Instruksi Presiden tentang Revitalisasi SMK, pemerintah mempersiapkan sumber daya manusia yang kompetitif melalui pendidikan vokasi yang berkarakter dan berkompeten. Termasuk mendorong lulusan bekerja di berbagai bidang dunia usaha dan dunia industri (DUDI).
Motivator Pemuda, Dr. Vivid F. Argarini menjadi trainer dalam program Dynamic Team, yang merupakan salah satu upaya sekolah dan DUDI untuk menyamakan persepsi melihat kebutuhan kedua pihak. Kerja sama antara Direktorat PSMK dengan Pertamina Retail ini dilaksanakan pada Oktober lalu. [Baca : Melatih Siswa SMK Calon Frontliners Bright Package Pertamina]
Dynamic Team dibentuk melalui seleksi di enam SMK yaitu SMKN 2 Jakarta, SMKN 13 Jakarta, SMKN 45 Jakarta, SMKN 5 Tangerang, SMKN 1 Tambun Selatan, dan SMK Kemala Bhayangkari Delog. Terpilih 40 siswa-siswi untuk mengikuti pelatihan selama lima hari, dan dipersiapkan menjadi garda terdepan melayani konsumen Bright Package, unit Pertamina Retail untuk jasa ekspedisi yang bekerja sama dengan BP Corporation dan PCP Express.
Dalam pelatihan ini, Dr. Vivid memotivasi peserta untuk memiliki personal brand yang kuat dengan mengenali diri sendiri, dan menyesuaikan dengan sikap yang dibutuhkan dalam memberikan pelayanan.
- 11:20 PM
- 1 Comments
Sumber : iNews.id - Minggu, 03 December 2017
Penulis : Nanang Wijayanto
JAKARTA, iNews.id - Libur panjang merupakan momen yang ditunggu para pekerja. Dengan berlibur, biasanya orang akan lebih santai dan segar karena terbebas dari segala kepenatan di kantor. Sayangnya setelah liburan usai, kadang terasa sulit mengembalikan semangat untuk bekerja.
Nah, untuk mengembalikan semangat kerja setelah liburan, iNews.id memberikan tips untuk Anda, sebagaimana saran pemerhati keluarga Dr. Vivid F. Argarini. Berikut ini ulasan lengkapnya, Minggu (3/12/2017).
Membuat “to do list”
Anda bisa menulis daftar kerja selama tujuh hari sebelum berlibur. Urutkan pekerjaan Anda yang tersisa dengan urutan yang tepat.
Tulislah pekerjaan yang harus diselesaikan dan tertunda untuk segera diselesaikan. Dengan begitu, Anda tidak malas ketika kembali bekerja. Buatlah dua kolom dengan spidol warna-warni “finished” dan “unfinished”.
"Chit chat" dengan teman sekantor
Saling tukar informasi dengan teman kantor, mampu menyemangati Anda untuk kembali bekerja. Bisa juga berbagi pengalaman saat liburan dengan teman sekantor.
Memajang kalimat motivasi di meja kerja
Motivasi kerja memang bisa didapatkan dari mana saja, tak terkecuali memasang kalimat motivasi di meja kerja. Terlebih lagi jika sudah berkeluarga, tentu tanggung jawab menjadi lebih besar. Dengan adanya foto keluarga, motivasi untuk semangat bekerja pun akan meningkat.
Membuat “wish list” liburan selanjutnya
Liburan selanjutnya memang penting untuk direncanakan. Karena setelah kembali bekerja, Anda akan merindukan kembali liburan, baik bersama keluarga atau teman dekat. Namun, liburan selanjutnya bisa juga dimanfaatkan dengan mengganti bepergian dengan membersihkan rumah, mengganti suasana ruangan di rumah, atau digunakan untuk “me time” atau menikmati kesendirian.
- 7:37 AM
- 0 Comments
Sumber : iNews.id - Minggu, 03 December 2017
Penulis : Nanang Wijayanto
JAKARTA, iNews.id - Menghadapi ujian sekolah yang sudah di depan mata, seolah menjadi momok tersendiri bagi anak didik. Sebagai orangtua, sudah seharusnya berperan mempersiapkan diri agar anak bisa menghadapi ujian dengan baik, tidak tertekan, dan stres.
Menurut pemerhati keluarga Dr. Vivid F. Argarini, terdapat beberapa kiat yang harus dilakukan orangtua saat sang anak menghadapi ujian.
Berikut beberapa kiat yang dapat Anda lakukan dalam membantu anak menghadapi ujian sekolah.
Trust
Percaya adalah hal yang utama. Percaya bahwa anak Anda telah mencatat dan mengetahui jadwal ujian di sekolah. Di samping itu, orangtua juga percaya bahwa si anak telah mempersiapkan ujian dengan baik.
Learning together
Dipastikan bahwa orangtua dapat bersama anak membuka buku membahas mata pelajaran yang akan dihadapi saat ujian. Tanyakan pokok bahasan apa saja yang akan diujikan.
Setelah materi pokok ujian dibaca dan dipelajari bersama orangtua sekira satu jam, berikanlah kesempatan anak untuk belajar sendiri.
Give them a sincere support
Sampaikan bahwa Anda sebagai orangtua mendukung dan siap untuk berada di samping anak saat keadaan mudah, ataupun sulit saat mengadapi ujian sekolah. Besarkan hatinya supaya anak dapat menjalani ujian dengan tenang dan nyaman.
Not to be the best, but show your best
Hindari memberi target terlalu tinggi di luar kemampuan anak. Pasalnya, setiap anak memiliki tingkat kemampuan yang beragam. Ajari anak Anda supaya ujian bukan atas dasar berkompetisi dengan orang lain, melainkan dengan diri sendiri untuk mencapai hasil yang terbaik.
Not the last one, but could be the best one. Surrender to God
Mengajak anak untuk selalu berdoa secara sungguh-sungguh saat menghadapi ujian supaya hati lebih tenang. Tanamkan bahwa Tuhan akan selalu membantu jika setiap usaha dan doa dilakukan secara sungguh-sungguh.
- 7:28 AM
- 0 Comments
Sumber : inews.id Senin, 04 December 2017
Penulis : Nanang Wijayanto
JAKARTA, iNews.id - Menghadapi ujian sekolah, anak-anak sering mengalami stres karena takut tidak mendapatkan nilai yang memuaskan. Padahal, ada trik khusus yang bisa dilakukan. Apakah itu?
Namanya ujian, memang harus dihadapi. Daripada pusing, lebih baik kalian mempersiapkan diri jauh-jauh hari.
Ada kok, trik yang bisa dilakukan agar hasil ujian kalian memuaskan. Menurut pemerhati keluarga Dr. Vivid F. Argarini, terdapat beberapa trik yang harus dilakukan saat menghadapi ujian sekolah.
Berikut ini ulasannya, sebagaimana dimuat iNews.id, Senin (4/12/2017).
Hati senang
Tidak perlu panik dan khawatir dengan hasil akhir. Jika persiapannya dilakukan sungguh-sungguh, pasti hasilnya memuaskan. Tapi terpenting, hati jangan gundah dan takut menghadapi ujian. Dibuat nyaman bahwa semua pasti akan terlewati.
Buka catatan
Jika saat ujian ada dua macam mata pelajaran, belajar dulu yang disenangi. Membaca dan buka catatan sambil membuat rangkuman di kertas.
Boleh menggunakan warna lain untuk membedakan judul dan sub-judul. Boleh juga diberikan gambar atau pernik-pernik lain sebagai penanda. Yang penting, seru bacanya dan asyik untuk dipelajari.
Memilih tempat atau suasana nyaman saat belajar
Setiap anak mempunyai beragam cara saat belajar. Ada yang sambil bermain, mendengarkan musik dan belajar kelompok. Bahkan, ada yang nyaman belajar dan suka yang menyepi di halaman belakang rumah. Lakukan dan nikmati sepanjang itu nyaman dan menyenangkan.
- 6:51 AM
- 0 Comments
Rabu, 25 Oktober 2017, 18:24 WIB
Red: Irwan Kelana - Republika.co.id
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Di era globalisasi seperti sekarang, seorang sekretaris dituntut memiliki skill yang baik dan mental yang kuat. Peran sekretaris di perusahaan pun akan semakin kompleks seiring dengan tantangan persaingan yang dihadapi perusahaan. Hal ini sebagai tantangan bagi ASM BSI Jakarta untuk melahirkan sekretaris unggul yang memiliki kompetensi yang mumpuni.
Salah satu upaya kampus yang memiliki dua program studi yang telah terakreditasi B -- yakni Program Studi Sekretaris (Prodi Sekretaris) dan Program Studi Manajemen Administrasi (Prodi MA) -- ini dengan menyelenggarakan seminar sekretari yang diadakan di aula ASM BSI Jakarta Kampus Jatiwaringin, Jalan Jatiwaringin Raya nomor 18, Jakarta Timur, Rabu (25/10).
Seminar yang bertema ‘Peran Service Excellence Dalam Profesi Pekerjaan Sekretaris’ ini diikuti oleh 120 mahasiswa semester tiga Prodi Sekretaris. Seminar tersebut menghadirkan seorang Young Motivator, Education Counselor, Media and Communication Expert yang sudah tidak asing lagi di media cetak maupun elektronik, yakni Dr. Vivid F. Argarini.
Dengan pengalamannya yang luas di bidang motivasi dan quality service, Vivid memberikan wawasan dan motivasi kepada mahasiswa Prodi Sekretaris ASM BSI Jakarta untuk menjadi seorang sekretaris profesional di era globalisasi.
Menurutnya, seorang sekretaris harus melayani dimulai dari hati. Untuk memberikan pelayanan yang baik dibutuhkan pengenalan atas diri sendiri. Setiap individu harus jujur kepada diri sendiri dengan melakukan self assessment yaitu menggali potensi diri dengan analisis SWOT.
“Selanjutnya setelah mengenali diri sendiri, lalu meningkatkan kualitas hidup dan perbaikan yang terus-menerus. Hal itu penting, karena dalam pelayanan tidak bisa hanya dengan konsep monoton saja,” kata Vivid.
Lebih lanjut Vivid menjelaskan, seorang sekretaris harus mempunyai beberapa kompetensi yang dimiliki untuk memberikan pelayanan prima. Seperti, mengerti, memahami dan mencintai apa yang dilakukan; mengenali dan mengerti cara berkomunikasi dengan baik; dan selalu meng-upgrade diri sendiri.
“Selain itu penampilan pun harus diperhatikan, dimulai dari rambut yang rapi, harum tidak bau badan, kuku-kuku yang bersih, memakai pakaian yang nyaman dan enak dipandang, tas/ dompet yang match, sepatu yang bagus,” papar Vivid.
Staf ASM BSI Jakarta Fera Nelfianti mengatakan, seminar ini bertujuan untuk pembekalan mahasiswa Jurusan Sekretaris, agar mampu memberikan pelayanan prima dalam menjalankan profesi sebagai seorang sekretaris.
“Diharapkan setelah lulus kuliah, mahasiswa Prodi Sekretaris ASM BSI Jakarta mampu bersaing menjadi sekretaris profesional di era globalisasi saat ini. Hal itu mengingat persaingan tidak hanya antartenaga kerja dalam negeri saja, tetapi juga bersaing dengan tenaga kerja asing,” ujar Fera.
Foto-foto : Dok. ASM BSI
- 4:51 AM
- 0 Comments
Dalam liputan Kompas TV (Komunitas Ini Cintai Budaya Jawa) Vivid menuturkan, menari memiliki banyak manfaat antara lain melatih bekerja sama dengan sesama penari, membangun percaya diri, self meditation, serta melestarikan budaya.
"Saling menyemangati bahwa begitu banyaknya keindahan dan kekayaan yang Indonesia miliki, yang patut kita lestarikan dan nikmati keberagamannya," tutur Vivid yang akan berperan sebagai Ratu Shima.
Program budaya semacam ini diharapkannya tidak hit and run project, namun terus berkesinambungan. Vivid adalah putri kandung Alm. S. Kardjono (1940-2004), seorang maestro tari Jawa klasik gaya Yogyakarta yang juga dosen Institut Kesenian Jakarta. Meski tidak menekuni sebagai profesi, Vivid aktif menari sejak kecil dan sempat tampil di acara Faces of Indonesia yang diadakan di Boston, Amerika Serikat pada 1995.
Pertunjukan drama tari Ratu Shima rencananya akan digelar Maret 2017, di Teater Jakarta Taman Ismail Marzuki. Naskah dan sutradara digarap Putut Budi Santosa. "Di Chiva Production kami tidak hanya latihan rutin dan pentas, tapi lebih pada program. Ada edukasi, apresiasi, pemberdayaan masyarakat, dan lainnya. Kami juga mengenalkan manfaat menari bagi tubuh, jiwa dan pikiran," kata Putut tentang komunitasnya.
Pada Oktober lalu juga telah digelar diskusi dalam Pameran Pertunjukan "SHIMA Kalingga" di Museum Tekstil (Baca : Berkelanjutan Lestarikan Semangat Shima).
- 8:21 PM
- 0 Comments
Sumber : Okezone Rabu, 30 November 2016
Penulis : Vessy Frizona
HARAPAN orangtua ketika anak lulus kuliah tentu adalah mendapat kerja secepat mungkin. Tetapi, keinginan anak ternyata ingin menjadi wirausaha ketimbang bekerja sebagai karyawan di perusahaan.
Situasi ini tentu menjadi perhatian orangtua yang prihatin karena anak tidak memiliki modal usaha. Sementara, keinginan anak bulat. Vivid Fitri Argarini yang merupakan motivator karier, berpendapat bahwa modal itu bisa berbentuk macam-macam dan range-nya beragam,
“Saya rasa kalau orangtuanya mampu memberi modal, maka tidak masalah meminjamkan kepada anak. Sekadar tiga sampai lima juta itu tidak masalah. Namun, orangtua membimbing anak dalam menjalankan bisnisnya,” ucap Vivid ketika dihubungi Okezone, belum lama ini.
Wanita yang lama berkecimpung di dunia remaja ini berpendapat bahwa sekarang banyak entrepreneur muda yang mendapat modal dari pinjaman orangtua. Tetapi, orangtua membimbing anak dengan bicara tentang rencana bisnis yang akan dijalani dan sama-sama menghitung serta memprediksi masa depan bisnis ke depan.
“Menjadi wirausaha itu tidak harus langsung dari bisnis besar. Misalnya, dari online shop. Menjadi reseler pakaian, nomor selular, atau kangen water. Itukan juga bisnis. Nanti tinggal dilihat bagaimana perkembangannya,” sambung wanita lulusan University of Wisconsin, Whitewater ini.
Sebagai anak juga harus punya akal dalam menyampaikan proposal kepada orangtua yang sekiranya mampu untuk meminjamkan modal. Jangan seenak-enaknya mentang-mentang orangtua banyak uang pinjam modal dengan nominal besar tanpa memikirkan untung rugi dan bagaimana cara mengembalikan modalnya.
“Dalam hal membantu anak, orangtua harus menakar seberapa kira-kira modal yang bisa dipinjamkan, buat pula aturan kompensasi yang harus ditanggung anak bila tidak bisa mengembalikan dalam jangka waktu yang sudah disepakati. Jangan sampai demi modal anak usaha orangtua sampai jual tanah, jual rumah, jual asset berharga,” tandasnya.
- 12:03 AM
- 0 Comments
Penulis : Vessy Frizona
MEMANG sulit diterima anak ketika orangtua masih ikut campur menentukan kariernya setelah mereka selesai kuliah. Padahal, anak menganggap itu adalah langkah awal mereka mengambil keputusan untuk masa depannya sendiri.
Beberapa anak mungkin akan emosi dan tidak menerima ketika dipaksa orangtua mengikuti kehendak berkarier yang diinginkan ayah atau ibu. Tetapi, motivator karier, Vivid Fitri Argarini menganggap, arahan orangtua mungkin ada benarnya dan beralasan.
“Orangtua mungkin memiliki chanel atau link dengan beberapa perusahaan yang mereka pikir dapat memudahkan anak dalam berkarier ke depannya. Orangtua tahu bahwa perusahaan tersebut membutuhkan tenaga kerja baru, di mana saat lulus, anak belum mendapat pekerjaan, maka tak ada salahnya jika mengambil kesempatan tersebut,” kata vivid kepada Okezone, belum lama ini.
Selain itu, sambungnya, orangtua berpikir ada saudara atau mantan bos yang mereka kenal baik dapat memberi kemudahan anak untuk lulus seleksi. Orangtua juga sudah tahu bagaimana jaminan kesejahteraan di perusahaan itu.
“Tapi sebaiknya, orangtua membesarkan anak menentukan kariernya. Karena, anak sudah dewasa dan biarkan dia tumbuh secara alami melewati berbagai tahapan untuk mendapat kerja. Seperti wawancara, psikotes, tes kesehatan, tes bidang, dan lain sebagainya. Enam bulan menganggur itu masih normal kok,” tandas wanita lulusan University of Wisconsin, Whitewater ini.
- 11:53 PM
- 0 Comments
Penulis : Vessy Frizona
WAJAR sekali bila anak ingin bekerja sesuai passion yang mereka minati. Terlebih, bila sudah lulus kuliah, anak pasti ingin memutuskan pilihan masa depan berdasarkan pertimbangan diri sendiri.
Tetapi, tidak dapat disalahkan pula bila orangtua ikut campur dalam menentukan masa depan anak. Karena, orangtua merasa mereka sudah lebih dulu bekerja dan berkarier, sehingga sudah dapat membaca karier apa yang menjanjikan pada masa depan.
“Perdebatan yang terjadi soal karier dengan orangtua, sebaiknya anak tidak menyikapi dengan kemarahan. Alasan-alasan seperti bidang pekerjaan yang disarankan orangtua seperti PNS atau kerja di bank itu enggak keren, enggak gaul, gedungnya jelek, atau tidak di daerah Sudirman, itu jelas tidak bisa diterima orangtua,” uacap motivator karier, Vivid Fitri Argarini ketika dihubungi Okezone, belum lama ini.
Menurut wanita yang menamatkan pendidikan di University of Wisconsin, Whitewater, ada baiknya anak terbuka menerima saran orangtua dengan menuruti keinginan orangtua. Namun, sambil mengusahakan pula pekerjaan yang diharapkan.
“Anak juga harus riset, mungkin saja saran orangtua ada benarnya dan tidak seburuk yang mereka bayangkan. Jangan langsung reject intervensi dari orangtua. Sebagai pemula di dunia kerja menerima saran sebanyak-banyaknya itu penting,” tuntas Vivid.
- 11:41 PM
- 0 Comments
Penulis : Vessy Frizona
DI zaman modern, serba maju, dan terbuka seperti sekarang ini ternyata masih ada orangtua yang menginginkan anak bekerja di bidang atau perusahaan harapan orangtuanya. Sementara, keinginan orangtua bertentangan dengan passion dan hati nurani anak.
Ketika dihadapkan dengan situasi seperti itu, apa yang harus dilakukan anak agar tetap bisa bekerja sesuai keinginan tetapi tidak menyakiti hati orangtua menolak harapan ayah atau ibu.
Dalam hal ini motivator karier, Vivid Fitri Argarini mengungkapkan, sebagai anak yang sudah lulus kuliah dan akan masuk ke dunia kerja, maka anak harus memberi penjelasan yang cerdas agar dapat diterima orangtua dengan baik.
“Sebenarnya kalau anak sudah lulus kuliah berarti ¾ pengambilan keputusan sudah ada di tangannya sendiri. Jika anak mendapat intervensi dari orangtua, maka jelaskan alasan yang masuk akal. Misalnya, anak membawa data-data bahwa bidang pekerjaan yang ia minati itu memiliki prospek bagus pada masa depan,” ujar Vivid kepada Okezone, belum lama ini.
Selain itu, sambung wanita yang juga pakar remaja lulusan University of Wisconsin, Whitewater ini, beri penjelasan pula bahwa pekerjaan yang mungkin disarankan orangtua itu tidak sesuai dengan background pendidikan yang ia tekuni.
“Mungkin orangtua belum mengetahui lebih banyak tentang bidang pekerjaan baru seperti, fashion designer, multimedia, IT, atau social media strategic yang kini sedang diganderungi anak muda,” bebernya.
Vivid yakin dengan penjelasan yang baik dan informasi lengkap, orangtua dapat menerima alasan anak mengapa ingin bekerja di bidang pekerjaan yang memang mereka inginkan.
- 7:16 PM
- 0 Comments





























