- 5:06 PM
- 0 Comments
“Adik-adik Purna Paskibraka Indonesia DKI Jakarta 2019…, perjalanan kalian masih panjang, tugas menantang di depan mata, raih impianmu dengan TEKUN, ULET, dan menjadi INSAN TANGGUH di segala 'cuaca'. Tetap selalu ingat, bahwa menjadi pribadi yang SANTUN dan senantiasa SOPAN dan menjaga ETIKA BAIK adalah investasi terbaik. Diingat dan dijalani yaa...,” pesan Motivator Dr. Vivid F. Argarini, usai menjadi narasumber dalam HUT Purna Paskibraka Indonesia ke-30 di Jakarta (21/12/2019).
Sabtu pagi itu di GOR Soemantri Brodjonegoro, Kuningan, Jakarta, Kak Vivid yang merupakan Paskibraka DKI Jakarta 1989 ini memberikan pembekalan materi untuk PPI DKI Jakarta 2019 dan angkatan lainnya.
“Adik-adik angkatan lainnya yang kemarin berjumpa, mari bimbing yang muda dengan kasih sayang, meski bukan mengendurkan kedisiplinan. Saling ASIH, ASAH dan ASUH ya. Lakukan semua dengan CINTA,” tulisnya di akun Instagram @vividfitrirgarini usai kegiatan.
Kak Vivid yang juga seorang Education Counselor serta Media and Communication Expert ini secara rutin menjadi narasumber dalam beragam kegiatan PPI, untuk memotivasi adik-adik angkatannya. “Semoga di usia yang ke 30 ini, PPI DKI Jakarta semakin matang, untuk menjadi wadah bagi pemuda Indonesia, lebih mencintai NKRI dan berkontribusi baik di dalamnya. Katakan TIDAK untuk perpecahan, junjung tinggi KEBERAGAMAN, menuju INDONESIA MAJU.”
"Mengukir prestasi Melangkah maju Mengarungi setiap kisah di dalamnya dengan semangat dan gembira Ya... rasa gembira, bahagia itu, kita ciptakan. Berselancar di antara ombak, bukan menghindarinya," pesan Kak Vivid.
- 4:38 PM
- 0 Comments
- 4:05 PM
- 1 Comments
Gresnia Arela Febriani - wolipop
Minggu, 18 Agustus 2019 17:08 WIB
Jakarta - Paskibraka selalu menarik atensi setiap upacara HUT RI di Istana Negara. Kekompakan dan kedisiplinan mereka saat baris-berbaris menimbulkan decak kagum siapapun yang melihatnya.
Sekilas terlihat mudah, kekompakan Paskibraka dalam berbaris ini tak didapat semudah membalikkan telapak tangan. Dalam wawancara dengan Wolipop, tiga alumni Paskibraka pun mengisahkan bagaimana beratnya latihan yang harus mereka jalani saat karantina hingga akhirnya bertugas di upacara HUT RI pada 17 Agustus. Berikut kisahnya:
Vivid F. Argarini, Paskibraka Tingkat Provinsi 1989
Saya angkatan 1989, ada seleksi ketahanan fisik kita karena panas-panasan, keringetan, kuat atau tidak. Ketahanan mental juga dilihat. Kita diajarkan tangguh sebagai indvidu.
Waktu seleksi saya itu ada essay juga. Jadi angkatan saya diminta untuk membuat satu karya tulis, presentasi, mempertunjukkan kemampuan kita dibidang kesenian.
Selanjutnya ada training selama dua minggu. Dari awal kita melakukan aktivitas baris-berbaris, melipat bendera. Pokoknya kalau bicara day to day itu baris lagi baris lagi. Karena begini belajar hormat aja itu penting, miringnya berapa derajat, tangannya mesti bagaimana, jarinya mesti gimana, sikap sempurna jempolnya menghadap ke mana, jarinya mesti gimana.
Pada saat kita berjalan dengan tim pun dilihat, bagaimana kakinya setinggi apa. Melipat handuk pun ada latihan cara melipatnya. Cara mengambil dan melipatnya juga ada caranya.
Gloria Natapradja Hamel, Paskibraka Tingkat Nasional 2016
Pelatihan yang diberikan pada masa karantina itu biasanya rutin melakukan lari, push up, physical development dan lain-lain. Dari satu menit push up cuman tiga kali, sampai aku bisa semenit push up 70 kali. Itu bener-bener perjalanannya susah banget.
Jika salah satu orang salah, satu grup bisa terkena hukumannya. Itu yang membuat kita bertanggung jawab sama orang lain juga. Dan kesolidan menuju proses-prosesnya. Dan juga ditekunin banget perihal kenapa harus seserius itu untuk sang merah putih. Jadi tumbuh respectnya terhadap negara.
Andita Nurakhlisa Wijaya, Paskibraka Tingkat Propinsi 2014
Saat karantina, bangun tidurnya pasti jam 04.00. Kalau waktu tidurnya tidak tentu, pernah sampai jam 23.00. Setelah bangun mandi, salat, lari, olahraga, mandinya bareng-bareng lho! Lalu pergi ke tempat latihan dengan naik truk TNI sambil nyanyi keras seanjang jalan.
Latihan sampai pukul 17.00, langsung kembali ke asrama. Setelah itu mandi, makan, salat Magrib sampai Isya di masjid, kembali lagi ke asrama lanjut pembekalan materi. Selama pemberian materi ini harus siap perang dengan rasa kantuk setelah siangnya seharian latihan di terik matahari. Tema pembekalan, biasanya seputar kewarganegaraan, sejarah Paskibraka dan kepemimpinan.
Saat mendengarkan pembekalan materi, posisi duduk harus siap yang tegap. Tangan tidak boleh menopang kepala. Saat itu benar-benar terasa rasa kantuk. Sampai dicubit-cubitin teman sebelah agar tidak ngantuk.
- 4:59 PM
- 0 Comments
Gresnia Arela Febriani - wolipop
Senin, 19 Agustus 2019 15:34 WIB
Jakarta - Pasukan pengibar bendera pusaka atau Paskibraka yang tampil setiap upacara HUT RI selalu membuat kagum dengan kekompakan mereka dalam baris-berbaris. Kekompakan para anggota Paskibraka ini didapat bukan hanya dalam semalam. Mereka dikarantina dalam kurun waktu tertentu dan ditempa dengan berbagai ilmu.
Purna Paskibraka Vivid F. Argarini termasuk yang merasakan benar tempaan tersebut saat menjadi anggota Paskibraka tingkat provinsi pada 1989. Berikut lima hal bermanfaat dari mengikuti Paskibraka yang menurut Vivid terus berguna hingga kehidupannya kini:
1. Disiplin
Kedisiplinan sudah pasti menjadi hal pertama yang akan terus diingat anggota Paskibraka setelah tak lagi bertugas. Vivid menjelaskan saat karantina, anggota Paskibraka diajarkan untuk disiplin mengikuti jadwal yang sudah ditentukan.
"Kita harus patuh dengan jadwal yang telah disiapkan. Bangun pagi, salat dan agama lain ada kegiatannya. Lalu habis itu latihan baris berbaris, mendengarkan materi tentang bela negara, patriotisme. Jadi semua schedule sudah disiapkan. Jadi kita harus patuh dan disiplin menjalaninya," kata wanita yang kini berprofesi sebagai dosen itu saat berbincang dengan Wolipop.
2. Manajemen waktu
Menjadi anggota Paskibraka membuat Vivid belajar mengatur waktu. Hal itu karena ketika menjadi paskibraka, para anggotanya tetap tidak boleh melewatkan tugas pokok sebagai siswa sekolah. "Pekerjaan rumah atau PR, persiapkn ujian, izin orangtua dan lain-lain. Jadi kita terbiasa untuk mengatur waktu dengan bijak. Kita harus mengatur skala prioritas," ucapnya.
3. Team work
Kerjasama antar tim dipelajari benar oleh anggota Paskibraka. Vivid menuturkan sesuai pengalamannya kerjasama antar tim atau team work ini terlatih seiring Paskibraka latihan baris berbaris.
"Jika satu orang saja salah, maka satu grup akan dihukum. Jadi kita juga harus memikirkan orang lain juga. Supaya grupnya tidak dikenai hukuman, harus terus belajar dan memperbaiki yang kurang. Lalu kita satu gerakan yang sama, bersemangat yang sama, dengan tujuan yang sama juga. Jadi saling bonding, kita memberikan semangat satu sama lain," jelas wanita yang juga dikenal sebagai praktisi komunikasi itu.
4. Rasa syukur
Selama karantina atau menjalani pelatihan, para anggota Paskibraka menjadi terbiasa untuk memiliki rasa syukur. Mereka menjadi sadar untuk bersyukur karena setiap sesi makan anggota Paskibraka wajib menghabiskan seluruh makanan yang disediakan panitia.
"Kita tidak boleh menyisakan makanan yang sudah diberikan oleh panitia. Makanya terkesan straight banget. Bahkan satu butir nasipun tidak boleh tersisa di piring. Karena itu adalah bukti bahwa kita mensyukuri apapun yang diberikan. Jadi, kita wajib untuk menghabiskan," kata Vivid.
5. Memiliki rasa cinta tanah air
Yang pastinya tertanam dalam diri setelah menjadi anggota Paskibraka adalah rasa cinta terhadap NKRI. Rutin menyanyikan lagu Indonesia Raya juga membuatnya semakin bangga menjadi orang Indonesia.
"Saya sampai detik ini kalau menyanyikan lagu Indonesia Raya pasti sikap sempurna, sampai detik ini! Saya merasa ini negara dibangun dengan susah payah lho!" ujarnya.
- 6:39 AM
- 0 Comments
- 5:37 AM
- 0 Comments
Jelang HUT Republik Indonesia ke 72, persiapan digulirkan di berbagai wilayah. CAPASKA DKI Jakarta yang telah terpilih melalui serangkaian seleksi, kini menjalani latihan penuh disiplin tinggi.
Motivator Pemuda, Dr. Vivid F. Argarini, kembali menjadi narasumber pelatihan. Pada Jumat (21/7/2017), kegiatan digelar di Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PPPPTK) Bisnis dan Pariwisata, Kemdikbud, di Parung, Depok.
Kak Vivid membawakan materi "I am The Master" agar 66 pemuda-pemudi ini terpacu semangatnya. Remaja dari berbagai wilayah Jakarta ini diajak untuk mengenali diri dengan melakukan self assessment secara periodik. Memahami potensi diri untuk terus mengembangkannya. "Bahagia, bekerja, berkarya, bergerak maju, terus dan terus," tutur Kak Vivid yang merupakan Purna Paskibraka DKI Jakarta '89.
Kekuatan, kelemahan, peluang dan tantangan pada diri sendiri dituliskan tiap peserta di selembar kertas. Dengan menuliskannya, berarti kita telah melakukan penilaian pada diri sendiri, untuk mencari tahu cara mengatasi kendala serta terus mengembangkan diri. Setiap lembar dikumpulkan, agar Kak Vivid dapat memberi masukan.
![]() |
| Kawasan PPPPTK Bisnis dan Pariwisata, Kemdikbud, di Parung, Depok |

CAPASKA DKI Jakarta terpilih melalui seleksi pada pertengahan Mei lalu, yang diikuti remaja dari seluruh wilayah provinsi DKI Jakarta. Pada rangkaian kegiatan yang diselenggarakan di Buperta, Cibubur tersebut, Kak Vivid juga memberikan sesi motivasi yakni saat latihan gabungan, Senin, 15 Mei 2017 lalu (Baca : Semangat untuk Calon Paskibraka DKI Jakarta 2017).
- 3:23 AM
- 0 Comments
Motivator Pemuda, Dr. Vivid Fitri Argarini memotivasi Calon Pengibar Bendera Pusaka (Capaska) DKI Jakarta 2017, pada Latihan Gabungan yang diselenggarakan di Buperta Cibubur, Senin pagi (15/5/2017).
![]() |
| Bersama adik Armijn Navarro '98, Ketua PPI DKI Jakarta dan adik Nilam '16, pembawa baki di upacara 17 Agustus di Istana Kepresidenan NKRI |
"Jadikan hari ini dan seterusnya adalah proses menjadi seseorang. Hargai potensi diri yang ada," pesan Kak Vivid yang merupakan Paskibraka DKI Jakarta 1989. Latihan Gabungan digelar Purna Paskibraka Indonesia (PPI) DKI Jakarta selama 15-18 Mei 2017, untuk seleksi pembentukan tim yang mewakili Kota atau Kabupaten dan menjadi Paskibraka Provinsi DKI Jakarta tahun ini.
Vivid menekankan, semua peserta telah mengisi masa remaja mereka dengan mengikuti kegiatan yang memberi bekal baik untuk masa depannya kelak. "Remaja tangguh yang bahagia lahir dan batin. Sehat jiwa dan raga itu penting sekali," tuturnya.
Peserta didorong untuk terus mengembangkan diri dan menghargai potensi yang ada. "Bukan untuk siapa-siapa, tapi untuk diri sendiri. Hargai potensi diri yang ada sehingga kita senantiasa mensyukuri apa yang Allah Maha Baik berikan kepada kita," tulis Kak Vivid di akun Instagramnya @vividitriargarini usai acara.
- 8:23 PM
- 0 Comments
"Sukses selalu untuk adik-adik Pengurus Purna Paskibraka Indonesia DKI Jakarta ya. Hebat banget, tanggal merah, pagi-pagi sudah siap untuk berdiskusi banyak hal. Selamat berkarya dan berbakti untuk ibu pertiwi," tulis Motivator Pemuda, Dr. Vivid F. Argarini di akun Instagramnya @vividfitriargarini.
PPI DKI Jakarta menggelar orientasi untuk pengurus barunya pada Sabtu-Senin (10-12/12 2016) di Cre8, Jakarta Selatan. Sejumlah materi diberikan antara lain filosofi organisasi, public speaking dan penampilan, manajemen organisasi, napak tilas organisasi, serta branding and positioning. Vivid yang merupakan Paskibraka DKI Jakarta 1989 menjadi mentor untuk materi personal branding.
Konselor pendidikan serta media and communication consultant ini berbagi semangat agar peserta meyakini, bahwa setiap diri kita diberi kemampuan yang dapat menjadi ciri, bahkan nantinya dikenang dengan suatu kekhasan. Terus mengasah dan mempromosikan skill akan membuat kita dikenal kuat pada bidang itu. Berorganisasi dapat menjadi salah satu cara menemukan identitas diri. "Organisasi akan mem-personal branding-kan anggotanya. Setiap pengurus pasti memiliki strength and weakness. Dan dalam organisasi kita harus supporting each other," tutur doktor bidang manajemen pendidikan ini.
Lulusan Komunikasi dan Sosiologi University of Wisconsin-Whitewater ini juga mengingatkan, bahwa kita diberi waktu oleh Tuhan yang kita tak pernah tahu sampai kapan. Waktu yang hendaknya dimanfaatkan betul untuk menjadi meaningful dengan berkarya. "Sehingga saat kita kembali pada-Nya nanti, kita sudah berbuat sesuatu," tegasnya.
Sejumlah narasumber lain juga dihadirkan selama tiga hari masa orientasi. Yaitu aktris Ayu Diah Pasha (PPI '80) untuk sesi public speaking, Ketua Pengurus PPI DKI Jakarta pertama, Djulfiandy (PPI '84) untuk materi napak tilas organisasi, Jurnalis TVRI, Imam Priyono (PPI '96) untuk sejarah kebudayaan Jakarta, CEO ID Comm, Sari Soegondo (PPI '92) untuk branding and positioning.
Ada pula Ketua PPI DKI Jakarta 2010-2014, Mirza Nasir (PPI '94) memberi materi tentang AD ART organisasi, Ketua PPI DKI Jakarta 2005-2009, Yosse Yuliandar (PPI '94) untuk materi kepemimpinan organisasi, Ketua PPI DKI Jakarta 1998, Iman Santosa (PPI '87) untuk networking and diplomacy, tentang wirausaha bersama Romi Prahasto dan Dwi Handayani, pemilik Warung Nagih dan Hijabscarf, juga narasumber dari Dinas Olahraga dan Pemuda DKI Jakarta.
Foto dan Video : Dok. PPI DKI Jakarta
- 3:00 AM
- 0 Comments
Banyak program di televisi atau radio, juga surat kabar dan media sosial menanyakan pada anak bangsa, "Apa si... arti kemerdekaan ini untukmu?"
![]() |
| Kenangan indah menjadi Paskibraka Provinsi DKI Jakarta 1989 |
"Menurutku, merdeka adalah ketika kita terlepas dari segala belenggu kemalasan diri, mengubah segala hambatan di depan menjadi tantangan mengasyikkan untuk dijalani dengan rasa syukur pada Illahi. Mengatakan dengan penuh yakin bahwa aku siap memerdekakan diri sendiri untuk menyambut masa depanku yang gemilang, bertekad berdiri tegak menopang raga, buah pikiran, hati dan sikapku untuk kemajuanku dan negara tercinta, Indonesia." ~ Vivid F. Argarini
![]() |
| Rutin mengajar adik-adik Paskibraka setiap tahun. Foto saat memberi motivasi pada Paskibraka DKI Jakarta 2016 |
- 8:29 PM
- 0 Comments
Paskibraka Provinsi DKI Jakarta 2016 telah terbentuk dan saat ini tengah mempersiapkan diri untuk bertugas pada Upacara Detik-Detik Proklamasi pada 17 Agustus mendatang. Sebanyak 54 siswa-siswi ini mengikuti Orientasi dan Pembinaan Kepaskibrakaan di Buperta Cibubur, 15-17 Juli lalu.
Selama tiga hari itu mereka digembleng dengan agenda kegiatan yang sangat padat. Bangun Subuh, beribadah, lalu olahraga hingga jam 7. Setelah apel pagi, latihan PBB hingga pukul 10. Setelah itu peserta mendapat beragam materi seperti bela negara, pengetahuan umum, pengenalan pengurus PPI dan lainnya. Jam 9 malam selalu ada evaluasi, dan baru beristirahat pukul 10 malam untuk bangun kembali Subuh atau bahkan pukul 1 dini hari.
Motivator Pemuda, Vivid Fitri Argarini yang juga Paskibraka DKI Jakarta 1989 memberi materi pada hari Sabtu (16/7/2017). Vivid memotivasi para siswa berprestasi ini untuk memiliki cita-cita tinggi, dan bersiap sejak sekarang untuk meraihnya. Persiapan yang paling dasar adalah, di sekolah tidak menjadi siswa yang hanya sekolah-pulang-sekolah-pulang. Penting untuk melatih diri dengan berorganisasi, juga berteman sebanyak mungkin untuk membangun jejaring.
Portofolio kita juga perlu disusun sejak sekarang. Tidak menunggu saat mau memasuki dunia kerja lho. Memiliki kumpulan karya atau daftar pengalaman kita akan berguna jika suatu saat kita perlu 'melamar' beasiswa. Siapa kita dan apa saja kemampuan kita terbaca dari portofolio itu. Mengumpulkannya juga bagian dari memotivasi diri. Sebab jika portofolio serasa masih kurang dahsyat, kita akan terpacu untuk mencari pengalaman sebanyak mungkin.
Kemudian, jangan lupa untuk tidak berhenti mengejar cita-cita. Visualize itu, write it, dream it and make it happen! Selamat bertugas Paskibraka DKI Jakarta 2016!
- 8:40 AM
- 0 Comments
17 Agustus 2015, NET TV, Jakarta
Motivator Pemuda dan Konselor Pendidikan, Vivid Argarini yang merupakan Paskibraka DKI Jakarta 1989, berbagi semangat di Agenda Khas NET5 Paskibraka yang ditayangkan televisi NET, pada Senin pagi, 17 Agustus lalu.
![]() |
| Vivid diwawancara di kediamannya di kawasan Kuningan, Jakarta |
Program untuk memperingati HUT Republik Indonesia ke-70 ini menceritakan sekilas sejarah Paskibraka yang pertama dibentuk 1946, dan cuplikan latihan tim Paskibraka nasional tahun ini di Cibubur, Jakarta Timur. Vivid sebagai Purna Paskibraka Indonesia menceritakan kenangannya menjadi pengibar bendera, dan betapa besar manfaat dari latihan yang diberikan.
"Jujur itu pengalaman saya yang paling indah, tidak terlupa, karena begitu banyak nilai-nilai positif yang dapat saya petik dari menjadi anggota Paskibraka. Disiplin, kebersamaan, rasa syukur bahwa kita diberi panca indera yang lengkap, rezeki dapat makan minum yang aman, sehat, juga teamwork. Karena, kita kan baris berbaris. Kalau satu melakukan kesalahan, hukuman itu harus dialami oleh semuanya. Sehingga kita selalu memacu diri sendiri untuk fokus," cerita Vivid.
Tonton tayangan lengkap Agenda Khas NET5 Paskibraka di YouTube channel Official NET News
- 10:13 PM
- 0 Comments





































