- 5:45 PM
- 0 Comments
- 4:11 PM
- 0 Comments
- 5:12 PM
- 0 Comments
- 5:17 AM
- 0 Comments
Klik artikel selengkapnya pada tautan berikut ini : https://gaya.tempo.co/read/1380635/kiat-dampingi-anak-belajar-di-rumah-agar-tetap-menyenangkan-dan-efektif
- 1:54 AM
- 0 Comments
Klik artikel selengkapnya melalui link berikut ini : https://investor.id/lifestyle/ini-kiat-dampingi-anak-selama-pjj-dengan-menyenangkan
- 1:11 AM
- 0 Comments
Gresnia Arela Febriani - wolipop
Minggu, 18 Agustus 2019 17:08 WIB
Jakarta - Paskibraka selalu menarik atensi setiap upacara HUT RI di Istana Negara. Kekompakan dan kedisiplinan mereka saat baris-berbaris menimbulkan decak kagum siapapun yang melihatnya.
Sekilas terlihat mudah, kekompakan Paskibraka dalam berbaris ini tak didapat semudah membalikkan telapak tangan. Dalam wawancara dengan Wolipop, tiga alumni Paskibraka pun mengisahkan bagaimana beratnya latihan yang harus mereka jalani saat karantina hingga akhirnya bertugas di upacara HUT RI pada 17 Agustus. Berikut kisahnya:
Vivid F. Argarini, Paskibraka Tingkat Provinsi 1989
Saya angkatan 1989, ada seleksi ketahanan fisik kita karena panas-panasan, keringetan, kuat atau tidak. Ketahanan mental juga dilihat. Kita diajarkan tangguh sebagai indvidu.
Waktu seleksi saya itu ada essay juga. Jadi angkatan saya diminta untuk membuat satu karya tulis, presentasi, mempertunjukkan kemampuan kita dibidang kesenian.
Selanjutnya ada training selama dua minggu. Dari awal kita melakukan aktivitas baris-berbaris, melipat bendera. Pokoknya kalau bicara day to day itu baris lagi baris lagi. Karena begini belajar hormat aja itu penting, miringnya berapa derajat, tangannya mesti bagaimana, jarinya mesti gimana, sikap sempurna jempolnya menghadap ke mana, jarinya mesti gimana.
Pada saat kita berjalan dengan tim pun dilihat, bagaimana kakinya setinggi apa. Melipat handuk pun ada latihan cara melipatnya. Cara mengambil dan melipatnya juga ada caranya.
Gloria Natapradja Hamel, Paskibraka Tingkat Nasional 2016
Pelatihan yang diberikan pada masa karantina itu biasanya rutin melakukan lari, push up, physical development dan lain-lain. Dari satu menit push up cuman tiga kali, sampai aku bisa semenit push up 70 kali. Itu bener-bener perjalanannya susah banget.
Jika salah satu orang salah, satu grup bisa terkena hukumannya. Itu yang membuat kita bertanggung jawab sama orang lain juga. Dan kesolidan menuju proses-prosesnya. Dan juga ditekunin banget perihal kenapa harus seserius itu untuk sang merah putih. Jadi tumbuh respectnya terhadap negara.
Andita Nurakhlisa Wijaya, Paskibraka Tingkat Propinsi 2014
Saat karantina, bangun tidurnya pasti jam 04.00. Kalau waktu tidurnya tidak tentu, pernah sampai jam 23.00. Setelah bangun mandi, salat, lari, olahraga, mandinya bareng-bareng lho! Lalu pergi ke tempat latihan dengan naik truk TNI sambil nyanyi keras seanjang jalan.
Latihan sampai pukul 17.00, langsung kembali ke asrama. Setelah itu mandi, makan, salat Magrib sampai Isya di masjid, kembali lagi ke asrama lanjut pembekalan materi. Selama pemberian materi ini harus siap perang dengan rasa kantuk setelah siangnya seharian latihan di terik matahari. Tema pembekalan, biasanya seputar kewarganegaraan, sejarah Paskibraka dan kepemimpinan.
Saat mendengarkan pembekalan materi, posisi duduk harus siap yang tegap. Tangan tidak boleh menopang kepala. Saat itu benar-benar terasa rasa kantuk. Sampai dicubit-cubitin teman sebelah agar tidak ngantuk.
- 4:59 PM
- 0 Comments
Gresnia Arela Febriani - wolipop
Senin, 19 Agustus 2019 15:34 WIB
Jakarta - Pasukan pengibar bendera pusaka atau Paskibraka yang tampil setiap upacara HUT RI selalu membuat kagum dengan kekompakan mereka dalam baris-berbaris. Kekompakan para anggota Paskibraka ini didapat bukan hanya dalam semalam. Mereka dikarantina dalam kurun waktu tertentu dan ditempa dengan berbagai ilmu.
Purna Paskibraka Vivid F. Argarini termasuk yang merasakan benar tempaan tersebut saat menjadi anggota Paskibraka tingkat provinsi pada 1989. Berikut lima hal bermanfaat dari mengikuti Paskibraka yang menurut Vivid terus berguna hingga kehidupannya kini:
1. Disiplin
Kedisiplinan sudah pasti menjadi hal pertama yang akan terus diingat anggota Paskibraka setelah tak lagi bertugas. Vivid menjelaskan saat karantina, anggota Paskibraka diajarkan untuk disiplin mengikuti jadwal yang sudah ditentukan.
"Kita harus patuh dengan jadwal yang telah disiapkan. Bangun pagi, salat dan agama lain ada kegiatannya. Lalu habis itu latihan baris berbaris, mendengarkan materi tentang bela negara, patriotisme. Jadi semua schedule sudah disiapkan. Jadi kita harus patuh dan disiplin menjalaninya," kata wanita yang kini berprofesi sebagai dosen itu saat berbincang dengan Wolipop.
2. Manajemen waktu
Menjadi anggota Paskibraka membuat Vivid belajar mengatur waktu. Hal itu karena ketika menjadi paskibraka, para anggotanya tetap tidak boleh melewatkan tugas pokok sebagai siswa sekolah. "Pekerjaan rumah atau PR, persiapkn ujian, izin orangtua dan lain-lain. Jadi kita terbiasa untuk mengatur waktu dengan bijak. Kita harus mengatur skala prioritas," ucapnya.
3. Team work
Kerjasama antar tim dipelajari benar oleh anggota Paskibraka. Vivid menuturkan sesuai pengalamannya kerjasama antar tim atau team work ini terlatih seiring Paskibraka latihan baris berbaris.
"Jika satu orang saja salah, maka satu grup akan dihukum. Jadi kita juga harus memikirkan orang lain juga. Supaya grupnya tidak dikenai hukuman, harus terus belajar dan memperbaiki yang kurang. Lalu kita satu gerakan yang sama, bersemangat yang sama, dengan tujuan yang sama juga. Jadi saling bonding, kita memberikan semangat satu sama lain," jelas wanita yang juga dikenal sebagai praktisi komunikasi itu.
4. Rasa syukur
Selama karantina atau menjalani pelatihan, para anggota Paskibraka menjadi terbiasa untuk memiliki rasa syukur. Mereka menjadi sadar untuk bersyukur karena setiap sesi makan anggota Paskibraka wajib menghabiskan seluruh makanan yang disediakan panitia.
"Kita tidak boleh menyisakan makanan yang sudah diberikan oleh panitia. Makanya terkesan straight banget. Bahkan satu butir nasipun tidak boleh tersisa di piring. Karena itu adalah bukti bahwa kita mensyukuri apapun yang diberikan. Jadi, kita wajib untuk menghabiskan," kata Vivid.
5. Memiliki rasa cinta tanah air
Yang pastinya tertanam dalam diri setelah menjadi anggota Paskibraka adalah rasa cinta terhadap NKRI. Rutin menyanyikan lagu Indonesia Raya juga membuatnya semakin bangga menjadi orang Indonesia.
"Saya sampai detik ini kalau menyanyikan lagu Indonesia Raya pasti sikap sempurna, sampai detik ini! Saya merasa ini negara dibangun dengan susah payah lho!" ujarnya.
- 6:39 AM
- 0 Comments
- 11:37 PM
- 0 Comments
Aktor peraih Piala Citra, Reza Rahadian, tampil di Selebrita Trans 7, Senin, 5 Maret 2018 untuk berbincang tentang filmnya, Benyamin Biang Kerok (2018). Bertepatan dengan hari ulang tahun Reza itu, Mbak Vivid F. Argarini hadir sebagai kejutan untuknya. Happy birthday Reza!
- 2:23 AM
- 0 Comments
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI bertekad tahun 2018 ini menjadi titik tolak upaya menyelenggarakan Pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan (PSMK) yang lebih baik. Hal ini diungkapkan Direktur Pembinaan SMK - Kemendikbud, Dr. M. Bakrun, MM, dalam pengantarnya di majalah SMK Bisa-Hebat Edisi 6 Tahun 2018.
Dengan Instruksi Presiden tentang Revitalisasi SMK, pemerintah mempersiapkan sumber daya manusia yang kompetitif melalui pendidikan vokasi yang berkarakter dan berkompeten. Termasuk mendorong lulusan bekerja di berbagai bidang dunia usaha dan dunia industri (DUDI).
Motivator Pemuda, Dr. Vivid F. Argarini menjadi trainer dalam program Dynamic Team, yang merupakan salah satu upaya sekolah dan DUDI untuk menyamakan persepsi melihat kebutuhan kedua pihak. Kerja sama antara Direktorat PSMK dengan Pertamina Retail ini dilaksanakan pada Oktober lalu. [Baca : Melatih Siswa SMK Calon Frontliners Bright Package Pertamina]
Dynamic Team dibentuk melalui seleksi di enam SMK yaitu SMKN 2 Jakarta, SMKN 13 Jakarta, SMKN 45 Jakarta, SMKN 5 Tangerang, SMKN 1 Tambun Selatan, dan SMK Kemala Bhayangkari Delog. Terpilih 40 siswa-siswi untuk mengikuti pelatihan selama lima hari, dan dipersiapkan menjadi garda terdepan melayani konsumen Bright Package, unit Pertamina Retail untuk jasa ekspedisi yang bekerja sama dengan BP Corporation dan PCP Express.
Dalam pelatihan ini, Dr. Vivid memotivasi peserta untuk memiliki personal brand yang kuat dengan mengenali diri sendiri, dan menyesuaikan dengan sikap yang dibutuhkan dalam memberikan pelayanan.
- 11:20 PM
- 1 Comments
Sumber : iNews.id - Minggu, 03 December 2017
Penulis : Nanang Wijayanto
JAKARTA, iNews.id - Libur panjang merupakan momen yang ditunggu para pekerja. Dengan berlibur, biasanya orang akan lebih santai dan segar karena terbebas dari segala kepenatan di kantor. Sayangnya setelah liburan usai, kadang terasa sulit mengembalikan semangat untuk bekerja.
Nah, untuk mengembalikan semangat kerja setelah liburan, iNews.id memberikan tips untuk Anda, sebagaimana saran pemerhati keluarga Dr. Vivid F. Argarini. Berikut ini ulasan lengkapnya, Minggu (3/12/2017).
Membuat “to do list”
Anda bisa menulis daftar kerja selama tujuh hari sebelum berlibur. Urutkan pekerjaan Anda yang tersisa dengan urutan yang tepat.
Tulislah pekerjaan yang harus diselesaikan dan tertunda untuk segera diselesaikan. Dengan begitu, Anda tidak malas ketika kembali bekerja. Buatlah dua kolom dengan spidol warna-warni “finished” dan “unfinished”.
"Chit chat" dengan teman sekantor
Saling tukar informasi dengan teman kantor, mampu menyemangati Anda untuk kembali bekerja. Bisa juga berbagi pengalaman saat liburan dengan teman sekantor.
Memajang kalimat motivasi di meja kerja
Motivasi kerja memang bisa didapatkan dari mana saja, tak terkecuali memasang kalimat motivasi di meja kerja. Terlebih lagi jika sudah berkeluarga, tentu tanggung jawab menjadi lebih besar. Dengan adanya foto keluarga, motivasi untuk semangat bekerja pun akan meningkat.
Membuat “wish list” liburan selanjutnya
Liburan selanjutnya memang penting untuk direncanakan. Karena setelah kembali bekerja, Anda akan merindukan kembali liburan, baik bersama keluarga atau teman dekat. Namun, liburan selanjutnya bisa juga dimanfaatkan dengan mengganti bepergian dengan membersihkan rumah, mengganti suasana ruangan di rumah, atau digunakan untuk “me time” atau menikmati kesendirian.
- 7:37 AM
- 0 Comments






















