Vivid di TV One : Bila Anak Berkata Kasar atau Jorok

3:00 AM

Bersama presenter TVOne serta narasumber
Konselor pendidikan, Vivid Argarini kembali menjadi narasumber dalam Coffee Break di TVOne, awal pekan lalu. Dipandu host Nadya Mulya dan Hilbran Dunar, program bincang-bincang ini membahas tema "Bila Anak Sering Berkata Kasar atau Jorok." Ya! Problem yang mungkin kerap kita alami dan tidak mudah untuk mengatasinya.

Selaku Pemerhati Anak, Remaja dan Keluarga, Vivid mengajak tiap orang tua memahami penyebab anak usia 3-4 tahun berkata kasar, serta memberi tips cara menghadapinya.

Jika anak mengucapkan kata jorok/kasar, bagaimana menyikapinya? 1. Tanyakan baik-baik apakah anak kita tahu arti kata yg diucapkan 2. Jangan berteriak ke anak kita, apalagi di depan banyak orang. Ingat, keluarga adalah tempat mendidik yang pertama dan utama.

Berikut ringkasan isi Coffee Break yang tayang Senin, 27 Juli lalu ini dikutip dari TVOne :
Alasan mereka berkata kasar sangat beragam, antara lain mencari perhatian orang tua, merasa senang atau bangga melihat reakasi kaget dan perasaan tidak nyaman orang dewasa atas perilakunya, serta pengaruh lingkungannya. Untuk menyikapinya, beberapa langkah ini patut dicoba :

1.    BERSIKAP TENANG
Jangan langsung marah. Dekat dan beri penjelasan apa makna kata kasar atau jorok tersebut. Minta untuk tidak mengulanginya lagi. Jangan berteriak ke anak kita, apalagi di depan banyak orang. Ingat, keluarga adalah tempat mendidik yang pertama dan utama.

2.    ABAIKAN
Selain harus bersikap tenang, sesekali tahan diri untuk tidak merespon. Abaikan sehingga anak tidak punya alasan untuk mengulanginya.

3.    MENCOBA BEREMPATI
Dekati anak dan tanyakan, apa dia sedang kesal sehingga berkata kasar. Jelaskan baik-baik tentang aturan berbahasa di rumah. Ajak dia berempati terhadap orang lain, bahwa kata-kata itu bisa menyakiti perasaan orang lain. Betapa sedihnya jika diejek.

4.    TIDAK BERSIKAP AROGAN
Hindari untuk membentak, apalagi memberi hukuman fisik.
Sebab itu akan cenderung membuatnya berkata kasar lagi entah itu hanya untuk memancing reaksi ataupun membuat Anda kesal.

5.    TIDAK TERTAWA
Anak bisa salah sangka, mengira perkataannya lucu sehingga akan mengulangnya lagi untuk menghibur atau mencari perhatian.

6.    TANYAKAN DARI MANA IA MENDENGARNYA
Agar Anda bisa mewaspadai sumber-sumbernya, dan memberitahunya bahwa yang didengarnya itu tidak untuk ditiru.

7.    KENALKAN KONSEKUENSI
Jika anak sudah diperingatkan sebanyak 2-3 kali tetapi tetap berbicara kasar atau jorok, Anda perlu mendisiplinkannya. Tenang tapi tegas. Jika dia merengek, Anda harus konsisten. Tunjukkan bahwa Anda tidak mentolerir perbuatannya. Sebaliknya bila ia tidak pernah mengulangi, berikan pujian.

You Might Also Like

0 comments