- 2:23 AM
- 0 Comments
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI terus meningkatkan kemampuan timnya agar dapat berkarya maksimal. Direktorat Pembinaan SMK menggelar sesi motivasi dan pelatihan "Communication Skill", yang menjadi salah satu agenda outing bertema "Membangun Motivasi Kerja, Kerja Bersama dan Karakter Unggul Dalam Lingkungan Pembinaan SMK" pada Kamis-Sabtu (1-3/3/2018).
Konsultan Media dan Komunikasi, Dr. Vivid F. Argarini menjadi trainer dalam pelatihan yang diselenggarakan di Green Forest Hotel Bogor ini. Peserta berasal dari enam sub direktorat dalam Direktorat Pembinaan SMK Kemendikbud yaitu Kurikulum, KPD Peserta Didik, Penyelarasan Kejuruan dan Kerja Sama Industri, Program dan Evaluasi, Tata Usaha, serta Sarana dan Prasarana. Direktorat ini mengusung semangat SMK Bisa, SMK Hebat!
Vivid memberi pemaparan "Engaging Communication Skill" untuk mendorong peserta lebih memahami poin-poin penting dalam komunikasi. Seperti komunikasi verbal dan non verbal, komunikasi untuk menyampaikan informasi, persuasi, komunikasi dalam acara khusus, diskusi kelompok, serta pentingnya memperhatikan audiens atau lawan bicara.
"Bagaimana cara mengkomunikasikan pendapat kita ke atasan?" "Bagaimana kalau tugas yang diberikan atasan tidak jelas?" Beragam uneg-uneg dalam hal komunikasi di dunia kerja diungkap peserta pada forum ini.
"Saat menerima tugas dari atasan secara lisan, ada baiknya kita mengonfirmasi secara tertulis, misalnya melalui e-mail. Dengan bahasa formal dan santun, konfirmasi ini dapat mencegah kesalahan," tutur Vivid menanggapi pertanyaan Bu Eska dari Subdit Kurikulum, tentang bagaimana kiat berkomunikasi dengan atasan terkait tugas-tugas.
Setelah mengikuti pemaparan, peserta mengerjakan group project yaitu merumuskan SWOT Analysis sub direktoratnya masing-masing. Tiap divisi kemudian mempresentasikan strength, weakness, opportunity dan thread kelompoknya. Dari soal communication gap yang terjadi, load pekerjaan yang tinggi, hingga soal lemahnya penguasaan teknologi informasi dan komunikasi dicurhatkan di sini.
Vivid kemudian menekankan pentingnya continuous improvement dalam tiap diri kita. Kemampuan perlu terus ditingkatkan, dan bekerja bukanlah hanya rutinitas namun bagaimana kita dapat berkarya yang terbaik dan memiliki karir. "Saat ditanya atasan, bagaimana kegiatan outing ini? Bisa dijawab so far so good. Namun juga perlu dijawab So What?" Usai pelatihan, maka tantangan berikutnya adalah terus memperbaiki diri.
- 9:10 PM
- 0 Comments
- 8:05 PM
- 0 Comments
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI bertekad tahun 2018 ini menjadi titik tolak upaya menyelenggarakan Pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan (PSMK) yang lebih baik. Hal ini diungkapkan Direktur Pembinaan SMK - Kemendikbud, Dr. M. Bakrun, MM, dalam pengantarnya di majalah SMK Bisa-Hebat Edisi 6 Tahun 2018.
Dengan Instruksi Presiden tentang Revitalisasi SMK, pemerintah mempersiapkan sumber daya manusia yang kompetitif melalui pendidikan vokasi yang berkarakter dan berkompeten. Termasuk mendorong lulusan bekerja di berbagai bidang dunia usaha dan dunia industri (DUDI).
Motivator Pemuda, Dr. Vivid F. Argarini menjadi trainer dalam program Dynamic Team, yang merupakan salah satu upaya sekolah dan DUDI untuk menyamakan persepsi melihat kebutuhan kedua pihak. Kerja sama antara Direktorat PSMK dengan Pertamina Retail ini dilaksanakan pada Oktober lalu. [Baca : Melatih Siswa SMK Calon Frontliners Bright Package Pertamina]
Dynamic Team dibentuk melalui seleksi di enam SMK yaitu SMKN 2 Jakarta, SMKN 13 Jakarta, SMKN 45 Jakarta, SMKN 5 Tangerang, SMKN 1 Tambun Selatan, dan SMK Kemala Bhayangkari Delog. Terpilih 40 siswa-siswi untuk mengikuti pelatihan selama lima hari, dan dipersiapkan menjadi garda terdepan melayani konsumen Bright Package, unit Pertamina Retail untuk jasa ekspedisi yang bekerja sama dengan BP Corporation dan PCP Express.
Dalam pelatihan ini, Dr. Vivid memotivasi peserta untuk memiliki personal brand yang kuat dengan mengenali diri sendiri, dan menyesuaikan dengan sikap yang dibutuhkan dalam memberikan pelayanan.
- 11:20 PM
- 1 Comments
Konselor Pendidikan, Dr. Vivid F. Argarini terlibat dalam penyusunan sumber belajar untuk pendidikan orang tua tahun 2018. Bahan ajar ini digagas oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, untuk menjadi rujukan dalam pengasuhan dan pendidikan anak di rumah.
Bersama akademisi, penggiat pendidikan keluarga dan beberapa pihak yang kompeten di bidang pengasukan dan pendidikan, Vivid mengikuti kegiatan penyusunan pada akhir Januari lalu. Mereka melakukan focus group discusssion dalam beberapa sesi, membahas arah pengembangan sumber belajar orang tua, serta menyimak paparan kebijakan dan program Direktorat Pembinaan Pendidikan Keluarga 2018.
Selanjutnya bahan ajar ini diharapkan digunakan sebagai buku panduan orang tua mendidik anak. Untuk tahun 2018, program ini ditujukan untuk orang tua dari kelompok ekonomi menengah ke bawah, dan orang tua dengan tingkat pendidikan SMP. Bagi yang buta aksara, diharapkan ikut dalam kelas untuk menerima penguatan, dalam penyampaian yang mudah dan sederhana.
- 1:17 AM
- 0 Comments








