- 12:47 AM
- 0 Comments
- 4:29 PM
- 0 Comments
- 6:05 AM
- 0 Comments
- 7:13 PM
- 0 Comments
Motivator dan Konselor Pendidikan, Dr. Vivid F. Argarini menjadi pelatih dalam BASE CAMP Kimia Farma 2019. Kegiatan yang digelar Rabu (24/4/2019) ini diikuti mahasiswa terpilih dari sembilan universitas negeri ternama.
Beasiswa Social Project Camp selama 22-26 April 2019 ini diselenggarakan Yayasan Karya Salemba Empat (KSE), bekerja sama dengan Kimia Farma selaku donatur. Peserta merupakan mahasiswa penerima beasiswa KSE dari IPB, UI, ITB, UNPAD, UGM, UNDIP, UNAIR, UNAND dan UNSRI.
Rabu pagi itu merupakan hari ketiga pelatihan yang digelar di Mega Hotel and Resort, Bogor. Pukul 6.30 seluruh peserta sudah duduk tertib di aula, siap menerima materi dari Kak Vivid tentang Servant Leadership dan Leadership in Community Development.
"Sebelum kita memimpin orang lain, kita harus pandai memimpin diri sendiri terlebih dahulu," tutur Kak Vivid membuka sesi. Mengenali diri sebelum mengenali tim menjadi penting, karena seorang servant leader perlu memahami potensi tiap anggotanya. "Siapa di sini yang setiap pagi membuat To Do List? Ini akan membantu kita disiplin berkegiatan setiap hari," imbuhnya.
Kak Vivid menekankan beberapa poin penting dalam Servant Leadership, antara lain bagaimana menjadi pemimpin yang ber-manner, dapat mendengarkan kemauan anggota, melayani kebutuhan tim agar dapat berkinerja dengan baik. "Manner does matter, no matter what," tegas Kak Vivid terkait kewajiban pemimpin berperilaku baik.
BASE Camp Kimia Farma bertujuan membekali peserta untuk dapat lebih berkontribusi demi terlaksananya kesejahteraan sosial dan pengembangan masyarakat. Peserta didorong mengembangkan diri menjadi individu yang berprestasi, berkontribusi, bersosialisasi serta melayani masyarakat.
Pada paruh kedua sesi Kak Vivid, peserta diajak mengenal apa itu Community Development dan bagaimana dapat memimpin tim untuk melakukannya. Sebagai latihan, peserta dibagi dalam sepuluh kelompok beranggotakan rata-rata lima orang. Mereka ditantang merancang project dengan modal selembar Rp 100 ribu.
Tiap kelompok menentukan seorang leader-nya, lalu berdiskusi sekitar 25 menit untuk menggagas satu program. Wah, muncul beragam gagasan seru seperti Green Street, Sehat Konsumsi Sayur/SKS, Donor Darah Sehat/DDS, GOT Bersih, Tanam Kentang di Lahanku/Tantang Aku, GOSOK/Gerakan Olah Sampah Organik, BEAUTIKAT yang memanfaatkan limbah kain perca, Compor Gas/Community Empowerment Gabungan Antar Mahasiswa, serta rumah singgah Kita Bisa.
![]() |
Usai seluruh tim melakukan presentasi, para leader diminta menceritakan pengalamannya memimpin tim meski hanya dalam waktu yang singkat. Ada yang merasa dianut karena sebagai satu-satunya laki-laki dalam tim, ada yang merasa berhasil mempertemukan ide-ide tiap anggota yang beragam, dan banyak lagi pengalaman untuk saling dipelajari bersama.
"Ingat ya, pastikan progam yang kalian rencanakan D-A-S yaitu Doable, Applicable, Sustainable," tutup Kak Vivid.
- 6:44 AM
- 0 Comments
Motivator Pemuda, Dr. Vivid F. Argarini menjadi narasumber dalam program Chief Sharing Januari 2019 yang diselenggarakan Young On Top di Kantor Kemang, Rabu (23/1/2019). Kegiatan ini diikuti tim PT. YOT Inspirasi Nusantara, GDILab, dan TopKarir Indonesia, bertema “How To Build Your Performance”.
Berikut ini kesan-kesan peserta tentang Kak Vivid.
Dari cerita kemarin, saya mendapatkan banyak inspirasi dan termotivasi untuk memiliki jenjang karir yang bagus seperti Mba Vivid. Saya mengerti bahwa setiap masalah bisa diselesaikan selama kita percaya akan kemuliaan sang pencipta. Masalah di karir, hidup pasti ada dan bukan dijadikan alasan untuk berhenti. Sore kemarin sangat berkesan bagi saya dan teman-teman di Kantor Kemang.
Thanks and regards,
Dianty Utari
Cerita Gita Pratiwi
Kesannya saya mendapat insights yang sangat bermanfaat bagi saya, bagaimana flow kehidupan, bagaimana deal with sebuah akhir, sampai ke next step di kehidupan harus seperti apa.
Saya terkesan dengan presentasi Mba Vivid, karena dalam setiap slide hanya ada satu kalimat dan Mba Vivid menjelaskan banyak dan jelas. Saya akan menerapkannya hehe.
Best Regards,
Gita Pratiwi
Cerita Arief Prasetyo
Banyak hal yang teman-teman dapatkan setelah mengikuti dan mendengarkan beberapa pesan dari Kak Vivid tempo hari. Seperti bagaimana mereka harus bersikap di dunia kerja, berani mengambil resiko dan tanggung jawab, serta membuat pekerjaan mereka itu menyenangkan tanpa beban pikiran yang terlalu padat.
Saya berharap, untuk kedepannya Kak Vivid tidak bosan-bosan berbagi Tips & Trick baik untuk teman-teman yang ada disini, ataupun untuk siapa saja yang memang membutuhkan support dan coaching dari ekspertis-ekspertis / praktisioner seperti Kak Vivid.
Kind Regards,
Arief Prasetyo S,E.Ak. S, Psi
Human Resource Manager
- 3:07 AM
- 0 Comments
Kelas Kak Vivid Media Familiarization Program bersama SMA Global Mandiri Cibubur, berakhir pada Jumat (21/12/2018). Kegiatan yang diselenggarakan sejak Senin (17/12/2018) ini diikuti siswa-siswi kelas 11 dan 12 yang tertarik pada bidang Media dan Komunikasi.
Setelah serangkaian kelas mulai dari menulis, fotografi, videografi, desain grafis, praktik wawancara tokoh, mengenal sisi komersial serta media sosial, pada hari terakhir diisi dengan sesi assessment dan motivasi.
Di Lantai 3 Gedung Mitra Hadiprana Kemang, Jakarta Selatan, Kak Vivid memanggil satu per satu siswa ke ruang kantornya, untuk memberi masukan terkait apa yang telah mereka pelajari selama di kelas. Tugas-tugas diulas antara lain karya artikel, foto dan video.
Kak Vivid juga memberi penilaian atas keaktifan tiap peserta selama mengikuti pelatihan ini sejak hari pertama. Dalam kesempatan ini pula, siswa dapat bertanya atau pun curhat tentang apapun.
Sebagian besar siswa berkonsultasi seputar memilih jurusan di pendidikan tinggi dan bidang yang menjadi cita-cita. Kak Vivid memotivasi dan memberi langkah-langkah konkret yang harus ditempuh, agar siswa dapat mantap memilih jurusan atau pun universitas yang diincar.
"Katanya kalau mau masuk seni rupa ITB harus punya portofolio. Itu gimana Kak?" tanya seorang peserta yang senang desain grafis, saat sesi motivasi ini. "Kumpulkan karya-karyamu sejak sekarang. Kejar target agar desainmu dimuat di media, acara sekolah, atau kegiatan luar sekolah. Nah itu semua nanti disusun menjadi portofolio pengalaman dan pencapaianmu," pesan Kak Vivid.
Kebimbangan lain juga dengan telaten dijawab Kak Vivid satu per satu, memotivasi dan memberi masukan atas problem yang sedang mereka hadapi di penghujung kelas 3 SMA ini. "Saya ingin kuliah di luar negeri, tetapi orang tua ingin saya tetap di Jakarta," atau "Adik saya sudah jelas jalur kuliahnya akan ke mana. Sedangkan saya malah belum dan masih bimbing memilih jurusan," dan masih banyak lagi.
- 8:50 PM
- 0 Comments
Di era digital ini, rasanya siapapun dapat menjadi videographer. Maraknya situs seperti YouTube serta mudahnya mengunggah video di Instagram ataupun Facebook, membuat banyak orang kini merekam apapun yang mereka lihat dan alami.
Di Kelas Kak Vivid - Media Familiarization Program (17-21/12/2018) bersama siswa-siswi SMA Global Mandiri Cibubur, peserta diajak mengenal profesi videographer dalam media
Videographer Showbiz.id dan Indonesia-lifestyle.com, Gangga Al Bintang, menuturkan ada beberapa tipe pengambilan gambar yang perlu kita ketahui. Ada long shot yang menampilkan subjek seutuhnya serta suasana di sekitar. Tipe medium shot sedikit lebih dekat/sempit dari long shot, untuk menonjolkan bahasa tubuh secara lebih detail.
Kemudian, ada pula tipe pengambilan gambar close up, untuk menampilkan detail ekspresi wajah seseorang agar gambar terlihat lebih dramatis.
Kak Gangga mencontohkan tipe-tipe ini melalui gambar dari video konser. Misalnya teknik Long Shot, berguna untuk memperlihatkan suasana panggung dan crowd saat konser berlangsung. Kak Gangga telah berpengalaman menjadi videographer untuk meliput beberapa konser besar di Jakarta.
Usai pemaparan, peserta diajak 'turun ke lapangan' yaitu membuat video durasi 1 menit yang menggambarkan Gedung Mitra Hadiprana. Dalam boutique mall yang menjadi lokasi pelatihan ini, terdapat spot-spot menarik seperti galeri lukisan, art class, hand craft store, dan banyak lagi. Sebagian peserta melakukan shoot dari luar menggambarkan keseluruhan gedung tampak depan, ada pula yang fokus di dalam yaitu pameran lukisan di lantai satu, dan banyak lagi ragam angle kreatifitas peserta.
| Kak Vivid mereview video karya Anjani |
Setelah pengambilan gambar dirasa cukup, peserta kembali ke kelas di lantai 4, dan masing-masing langsung fokus melakukan editing. Mengikuti penjelasan Kak Gangga, editing berfungsi untuk Combine yaitu menyatukan beberapa shot, lalu Trim atau memotong gambar dan audio yang tidak perlu untuk mempersingkat, serta Build yaitu membangun cerita melalui perpaduan gambar-gambar.
Selesai editing, peserta mengunggah hasilnya melalui Instagram untuk ditampilkan di kelas. Kak Gangga dan Kak Ade Binarko dari Showbiz.id dan Indonesia-lifestyle.com dan Kak Vivid mereview tiap video dan memberi masukan. Karya mereka keren-keren lho. Ada yang lengkap dengan keterangan teks, ada pula yang membawa penonton seolah memasuki gedung dari depan.
- 8:43 PM
- 0 Comments
Reporter, fotografer, videographer, desainer grafis, semuanya adalah tim editorial media. Hanya mereka saja tak cukup menjadikan suatu media berkelanjutan. Diperlukan adanya tim Commercial.
Kelas Kak Vivid - Media Familiarization Program bersama teman-teman SMA Global Mandiri Cibubur, mengenalkan peserta pada bagaimana konten media diproduksi, dan bagaimana perusahaan media mendapatkan uang agar bisa terus eksis dan berkelanjutan. Sesi Pentingnya Commercial Media pada Kamis (20/12/2018) dibawakan langsung oleh Kak Vivid.
Yang termasuk dalam Commercial antara lain para account executive (tim marketing), event and promotion, dan public relations. Account executive bertugas menjalin relasi dengan pemilik brand, agar brand memasang iklan di media. Dana iklan inilah yang akan membuat perusahaan media menjadi berkelanjutan.
Tim marketing perlu memahami isi media, space iklannya, serta konten dari editorial yang dapat dipadukan dengan kebutuhan brand melakukan promosi. "Sebab brand pun memerlukan media untuk mengenalkan produknya ke masyarakat," tutur Kak Vivid yang berpengalaman memimpin media sejak 1994.
Di sesi ini, peserta diajak mengasah kreatifitas sebagai tim marketing. Sebanyak 28 murid dibagi menjadi empat group, bertugas menyusun perencanaan memasarkan event sekolah mereka. Sebuah acara tentu membutuhkan biaya, dan hal ini dapat sejalan dengan kebutuhan brand melakukan promosi ke anak muda.
Kak Vivid menuturkan, sebagai langkah pertama mereka dapat menyusun terlebih dahulu brand apa saja yang menurut mereka menyasar remaja. Kemudian, apa saja bagian dari kebutuhan acara yang dapat dikerjasamakan dengan brand. Lalu siapkan kompensasi yang kreatif agar brand dapat berpromosi di acara.
"Misalnya, menawarkan acara kalian ke brand kaos. Setidaknya mereka dapat memproduksi kaos panitia dan peserta, sehingga anggaran produksi kaos sudah tercover," tutur Kak Vivid.
Begitu banyak wawasan dan tricks yang dibagi Kak Vivid, seputar bagaimana menjadi tim commercial untuk media ataupun event. Dalam group presentation, cukup banyak juga ide-ide menarik dari peserta. Antara lain, tim Daffa dan kawan-kawannya mengaitkan brand ambassador suatu produk, dengan acara yang akan diselenggarakan. Sehingga lebih besar kemungkinan produk yang disasar mau menjadi sponsor.
- 8:38 PM
- 0 Comments
Desainer grafis adalah bagian yang amat penting dalam tim editorial media. Konten yang telah dihasilkan jurnalis akan ditampilkan menarik lewat tangan-tangan mereka.
| Kak Windi Amar, art designer dan visual merchandiser |
Untuk mengenalkan profesi ini, Kelas Kak Vivid - Media Familiarization Program menghadirkan Windi Amar, seorang Art Designer dan Visual Merchandiser, pada Rabu siang (19/12/2018). Kak Windi yang memulai karir desain grafisnya di Majalah Aneka Yess! pimpinan Kak Vivid, saat ini adalah Layout Designer Majalah Contentment.
| Shafa dan karya desainnya |
Pelatihan ini diikuti siswa-siswi kelas 11 dan 12 SMA Global Mandiri Cibubur, yang tertarik pada bidang ilmu Komunikasi. Kak Windi memaparkan dunia graphic designer di media cetak dan digital. Profesi ini dapat berkiprah di majalah, website, ataupun mendesain newsletter. Keahlian ini juga sangat dibutuhkan oleh brand. Kak Windi berpengalaman merancang 3D design untuk brand kacamata Izipizi, yang diwujudkan menjadi pik avenue pop up. Karya ini digunakan untuk stand penjualan Izipizi di Brightspot Market, juga di Metro Department Store Gandaria City.
| Kak Windi telaten mengajari siswa-siwi |
Yap! Dari penjelasan Kak Windi, peserta yang tertarik bidang desain grafis semakin yakin bahwa keahlian ini memang memiliki peluang luas untuk berkembang. Tapi bagaimana cara mengasah kemampuan mendesain? Nah, Kak Windi menuturkan, bahwa design software yang perlu dikuasai antara lain Adobe Illustrator, Adobe Indesign, Adobe Photoshop, Adobe Muse, dan Sketchup.
Di sesi ini, Kak Windi mengajak peserta mencoba mobile apps yaitu Pantone. Aplikasi ini membantu peserta membuat spot warna dari foto pilihan mereka. Pantone swatch dibutuhkan untuk digunakan pada desain cetak. Peserta antusias mencoba dengan foto kesukaan mereka, baik yang baru dijepret maupun koleksi sudah mereka punya di galeri foto smartphone.
Sebagian di antara peserta terlihat telah memiliki bakat mendesain dari karya-karya mereka. Seperti Shafa yang gambarnya dinilai keren oleh Kak Windi, Ayunda yang tugas artikelnya sekaligus di-lay out, Cheri yang senang menggambar, dan banyak lagi.
| Group presentation mencoba aplikasi Pantone |
| Foto dengan warna spot hitam putih pilihan kelompok Salvaditya |
| Siswi kelas 12 SMA Global Mandiri Cibubur group presentation |
- 8:30 PM
- 0 Comments
.jpg)

.jpg)



.jpg)
.jpg)

.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)












