BASE Camp Karya Salemba Empat

6:44 AM


Motivator dan Konselor Pendidikan, Dr. Vivid F. Argarini menjadi pelatih dalam BASE CAMP Kimia Farma 2019. Kegiatan yang digelar Rabu (24/4/2019) ini diikuti mahasiswa terpilih dari sembilan universitas negeri ternama. 


Beasiswa Social Project Camp selama 22-26 April 2019 ini diselenggarakan Yayasan Karya Salemba Empat (KSE), bekerja sama dengan Kimia Farma selaku donatur. Peserta merupakan mahasiswa penerima beasiswa KSE dari IPB, UI, ITB, UNPAD, UGM, UNDIP, UNAIR, UNAND dan UNSRI.


Rabu pagi itu merupakan hari ketiga pelatihan yang digelar di Mega Hotel and Resort, Bogor. Pukul 6.30 seluruh peserta sudah duduk tertib di aula, siap menerima materi dari Kak Vivid tentang Servant Leadership dan Leadership in Community Development.


"Sebelum kita memimpin orang lain, kita harus pandai memimpin diri sendiri terlebih dahulu," tutur Kak Vivid membuka sesi. Mengenali diri sebelum mengenali tim menjadi penting, karena seorang servant leader perlu memahami potensi tiap anggotanya. "Siapa di sini yang setiap pagi membuat To Do List? Ini akan membantu kita disiplin berkegiatan setiap hari," imbuhnya.


Kak Vivid menekankan beberapa poin penting dalam Servant Leadership, antara lain bagaimana menjadi pemimpin yang ber-manner, dapat mendengarkan kemauan anggota, melayani kebutuhan tim agar dapat berkinerja dengan baik. "Manner does matter, no matter what," tegas Kak Vivid terkait kewajiban pemimpin berperilaku baik.


BASE Camp Kimia Farma bertujuan membekali peserta untuk dapat lebih berkontribusi demi terlaksananya kesejahteraan sosial dan pengembangan masyarakat. Peserta didorong mengembangkan diri menjadi individu yang berprestasi, berkontribusi, bersosialisasi serta melayani masyarakat. 


Pada paruh kedua sesi Kak Vivid, peserta diajak mengenal apa itu Community Development dan bagaimana dapat memimpin tim untuk melakukannya. Sebagai latihan, peserta dibagi dalam sepuluh kelompok beranggotakan rata-rata lima orang. Mereka ditantang merancang project dengan modal selembar Rp 100 ribu. 


Tiap kelompok menentukan seorang leader-nya, lalu berdiskusi sekitar 25 menit untuk menggagas satu program. Wah, muncul beragam gagasan seru seperti Green Street, Sehat Konsumsi Sayur/SKS, Donor Darah Sehat/DDS, GOT Bersih, Tanam Kentang di Lahanku/Tantang Aku, GOSOK/Gerakan Olah Sampah Organik, BEAUTIKAT yang memanfaatkan limbah kain perca, Compor Gas/Community Empowerment Gabungan Antar Mahasiswa, serta rumah singgah Kita Bisa.


Usai seluruh tim melakukan presentasi, para leader diminta menceritakan pengalamannya memimpin tim meski hanya dalam waktu yang singkat. Ada yang merasa dianut karena sebagai satu-satunya laki-laki dalam tim, ada yang merasa berhasil mempertemukan ide-ide tiap anggota yang beragam, dan banyak lagi pengalaman untuk saling dipelajari bersama. 

"Ingat ya, pastikan progam yang kalian rencanakan D-A-S yaitu Doable, Applicable, Sustainable," tutup Kak Vivid.

You Might Also Like

0 comments