Delegasi Indonesia di UNESCO Study Visit Australia

8:53 AM

vivid f argarini study visit australia

Hari kedua "IIEP-UNESCO Study Visit on Open School Data" Selasa (11/10/2016) di Sydney, Australia yang diikuti Konselor Pendidikan, Dr. Vivid Fitri Argarini, sangat berkesan dengan diskusi bersama Australian Council of State School Organisations. ACSSO adalah lembaga yang mewakili kepentingan keluarga dan komunitas dari lebih dari 2 juta murid sekolah negeri di Australia.

vivid f argarini study visit australia
Delegasi Indonesia dan enam negara lainnya di Cabramatta Public School, Sydney
Delegasi Indonesia (kiri ke kanan) Ibu Sudarwati, Ibu Nisa Felicia, Dr. Vivid F. Argarini, Bapak Eru Achmad Sutaman, Bapak Ario Nur Cahyadi
President ACSSO, Phillip Spratt, dan Chief Executive Officer, Dianne Giblin AM mengenalkan pemanfaatan My School oleh orang tua murid dan berdiskusi bersama perwakilan parent association dari tiap negara. Study visit selama lima hari yang diselenggarakan ACARA dan IIEP-UNESCO ini diikuti delegasi dari tujuh negara di Asia-Pasifik yaitu Bangladesh, India, Indonesia, New Zealand, Pakistan, the Philippines dan Nepal.

vivid f argarini study visit australia
Vivid F. Argarini sebagai salah satu delegasi Indonesia di Cabramatta Public School
"Such a meaningful discussion about parent teacher engagement in pursuing children's successful future. Such a blessed day meeting new friends from Australian Council of State Organizations, Phillip Spratt and Dianne Giblin. Day 2 on IIEP - Unesco Study Visit in Sydney and Canberra," tutur Vivid di akun Instagram @vividfitriargarini.

Salah satu delegasi Indonesia, Bapak Eru Achmad Sutaman, Head of Data and Information Subdivision, Sekretariat Ditjen Pendidikan Anak Usia Dini dan Masyarakat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, di Cabramatta Public School
Siangnya, peserta dibagi menjadi tiga kelompok untuk school visit. Vivid tergabung dalam group yang bertandang ke Cabramatta Public School. Dua lainnya mengunjungi Summer Hill dan Darlinghurst Public School. Partisipan mendalami tentang bagaimana sekolah menggunakan Program Penilaian Nasional – Melek Huruf dan Melek Angka (National Assessment Program – Literacy and Numeracy/NAPLAN) untuk mendukung proses belajar, serta bagaimana staf di sekolah terlibat dan orang tua murid mendapat informasinya.

Bapak Eru (kemeja putih) di TK dan SD Cabramatta 
"Great appreciation for Garuda Cendekia High School for selecting me after being nominated by the Parents Teachers Support Group and the Foundation to study and to share experiences about parent-children involvement at school and get a chance to discuss many issues in education, here in Australia. Blessed to be invited by IIEP-Unesco," kata Vivid yang mengikuti Study Visit ini mewakili Sekolah Menengah Garuda Cendekia sebagai orang tua murid. Dua dari tiga putra Doktor Manajemen Pendidikan ini adalah murid kelas 7 dan 11 di sekolah tersebut.



Study visit yang diadakan IIEP-UNESCO dan ACARA ini berlangsung hingga Jumat, 14 Oktober mendatang. Pada Rabu (12/10/2016), peserta berada di ibukota, Canberra, antara lain ke Kementerian Luar Negeri dan Perdagangan Australia untuk mengikuti sesi bersama IIEP-UNESCO.

Delegasi Indonesia di acara ini adalah Dr. Vivid F. Argarini, dosen pasca sarjana yang mewakili Garuda Cendekia High School, Ibu Nisa Felicia, Researcher Center for the Study of Education and Policy, kemudian dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI yaitu Ibu Sudarwati, Head Section Utilization and Services Data of Education, Data and Statistics Center of Education and Culture, Bapak Eru Achmad Sutaman, Head of Data and Information Subdivision, Secretariat Directorate General of Early Childhood and Community Education, Bapak Ario Nur Cahyadi, Directorate General of Teachers and Education Personnel.  

Foto-foto : Bapak Ario, Bapak Eru dan penulis

vivid f argarini study visit australia
Cabramatta Primary School, Sydney
vivid f argarini study visit australia
Cabramatta Primary School, Sydney

You Might Also Like

0 comments