Vivid Kunjungi Dua Kementerian Australia

7:36 AM


IIEP-UNESCO Study Visit Australia yang diikuti Konselor Pendidikan, Dr. Vivid F. Argarini berakhir pada Jumat (14/10/2016) di Sydney. Sehari sebelumnya, hari keempat, delegasi dari delapan negara mengunjungi Canberra untuk ke kantor Federal Department of Education and Training (DoET), dan Department of Foreign Affairs and Trade (DFAT) Government of Australia. 

"Study Visit on Open School Data" ini diselenggarakan oleh ACARA dan IIEP-UNESCO, mengundang perwakilan negara-negara Asia-Pasifik. Dari Indonesia, Vivid hadir bersama tiga perwakilan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yaitu Ibu Sudarwati, Bapak Eru Achmad Sutaman dan Bapak Aryo Nur Cahyadi, serta Ibu Nisa Felicia dari Researcher Center for the Study of Education and Policy.


Kamis pagi itu (13/10/2016) di kantor DoET, peserta mengikuti pemaparan tentang bagaimana transparansi dan akuntabilitas diterapkan dalam pendidikan di Australia. "Such a meaningful morning session. Enjoying every second of this first half of the day," tulis Vivid di akun Instagramnya, @vividfitriargarini.

Dijelaskan pula tentang Program Penilaian Nasional – Melek Huruf dan Melek Angka (National Assessment Program – Literacy and Numeracy/NAPLAN) dan berbagai pengukuran lain yakni Programme for International Student Assessment (PISA), Progress in International Reading Literacy Study (PIRLS) dan International Mathematics and Science Study (TIMSS). Peserta juga mengikuti presentasi bertema UNESCO 'Education 2030'.


Setelah makan siang, Vivid dan delegasi lainnya meluncur ke kantor DFAT di kawasan London Circuit, Civic. Di sini Ms. Muriel Poisson dari IIEP-UNESCO banyak bercerita kepada para delegasi dan juga pihak DFAT, tentang peran IIEP dan pelayanannya di kawasan Asia-Pasifik.

"Delegates from 8 countries led by our charming, kind and very helpful leaders, Ms Muriel and Ms Katja from IIEP - Unesco. We continued the discussion in Department of Foreign Affairs and Trade. Seemed to me that the time flew very fast and I did not want to end, because there are a lot to share and ask among us. Such a very dynamic group with vivid conversation," cerita Vivid yang dalam Study Visit ini mewakili Sekolah Menengah Garuda Cendekia Jakarta sebagai orang tua murid.

Hari terakhir, Jumat (14/10/2016) rombongan sudah kembali berada di Sydney mengikuti breakout session bersama Ms. Muriel Poisson dan Ms. Katja Hinz dari IIEP-UNESCO. Berdiskusi dengan mengacu pada riset IIEP terkait penggunaan open education data untuk memperbaiki transparansi dan akuntabilitas dalam pendidikan.

Study Visit selama lima hari ini diakhiri dengan feedback session. Tiap delegasi bekerja berkelompok untuk menyusun feedback yang akan disampaikan pada sesi evaluasi dan penutupan yang dipimpin oleh tim dari ACARA. Sebelum betul-betul berpisah, peserta diajak boat tour of the city of Sydney, berangkat dari Circular Quay.

You Might Also Like

0 comments