Bicara "Remaja dan Video Game" di SMP Labschool Jakarta

4:15 AM

vivid argarini digital labs smp labschool 2016

Konselor Pendidikan, Dr. Vivid F. Argarini ngobrol seru soal remaja dan video game bersama para orang tua murid SMP Labschool Jakarta, Jumat (2/9/2016). Seminar yang diselenggarakan Persatuan Orang Tua Murid dan Guru ini bertema "Mengubah Game Adiktif Menjadi Produktif - Studi Kasus Pokemon Go".

vivid argarini digital labs smp labschool 2016

Acara ini merupakan rangkaian dari Digital Labs 2016, digelar di sekolah yang berlokasi di Jalan Pemuda, Rawamangun, Jakarta. Vivid berbagi kiat-kiat mendampingi anak yang -tak dapat lagi dihindari- tumbuh bersama teknologi digital. Doktor Manajemen Pendidikan Universitas Negeri Jakarta ini memberi materi berjudul "Remaja dan Video Game : Atasi Adiksi, Temukan Potensi". 

vivid argarini digital labs smp labschool 2016

"Saya tidak melarang anak main game di hari-hari sekolah. Tapi dibatasi. Saat akhir pekan justru mereka tidak boleh melulu main game, jadi tetap ada waktu untuk berkegiatan bersama orang tua," tutur ibu tiga putra usia SMP, SMA dan mahasiswa, yang semuanya para gamer.

vivid argarini digital labs smp labschool september 2016
Bersama Ibu Carlia - moderator (kiri), Bapak M. Salahuddien (dua dari kanan), dan Kepala SMP Labschool Bapak Drs. Asdi
Game dapat berdampak negatif, tapi juga memberi manfaat besar asalkan anak dapat mengatur waktu. Vivid menuturkan, putra sulungnya yang kini kuliah Teknik Informatika di Köthen, Jerman, adalah satu contoh remaja yang mendapat manfaat dari kegemaran bermain game.

vivid argarini digital labs smp labschool 2016
Ibu Puti dan Ibu Devi mendapat novel The Hero of MiCloud karya Charisma Winarga, putra sulung Vivid yang menyalurkan kegemaran gaming dengan menulis novel imajinatif
Charisma Winarga, 19 tahun, terdorong kemampuan berimajinasinya serta terlatih menciptakan karakter dari kebiasaan bermain game. Charis menulis novel setebal 326 halaman dalam bahasa Inggris, The Hero of MiCloud, yang terinspirasi dari Pokemon dari sisi pembuatan region, dan dari seri video game Leagues of Legend dari sisi penciptaan karakter. Novel science fiction ini telah terbit awal 2016.

Vivid menekankan, orang tua perlu menjadi sabahat bagi anak dan tahu dengan siapa anak berinteraksi di dunia online. "Angle atau pendekatan ke anak harus pas dan variatif, agar kita selalu tahu dengan siapa mereka berinteraksi di game online dan juga media sosial," tutur Vivid yang berpengalaman mengelola majalah remaja selama lebih dari 16 tahun.

vivid argarini digital labs smp labschool september 2016

Lebih dari mendampingi anak di dunia online, meletakkan pondasi yang kuat menjadi penting mengingat kompetisi di masa depan mereka akan semakin ketat dengan semakin berkembangnya teknologi digital. "Selain spiritual, akademis dan attitude, anak perlu dididik untuk memiliki daya juang tinggi," pesan Vivid.

vivid argarini digital labs smp labschool september 2016

Seminar juga menghadirkan Bapak M. Salahuddien, Vice Chairman of Indonesia Security Incident Response Team on Internet, yang mengupas betapa anak dan remaja saat ini bersosialisasi melalui komputer. Dalam game online, anak berinteraksi dengan dunia luar dan dapat terpapar iklan yang tak sesuai umur, tak sengaja 'bertemu' child predator, bahkan terjebak perjudian.


Diskusi dimoderatori Ibu Carlia, orang tua dari alumni SMP Labschool. Sebelum sesi dengan orang tua, pada pagi harinya Vivid dan Bapak Salahuddien juga memberi motivasi pada murid untuk terhindar dari dampak buruk adiksi game, dan bijak memanfaatkan teknologi digital.

Kata Gamer




You Might Also Like

0 comments