- 4:16 PM
- 0 Comments
Motivator Pemuda, Dr.
Vivid F. Argarini tampil dalam Drama Tari Jawa Kontemporer Ratu SHiMA, Sabtu
dan Minggu (30/9-1/10/2017) di Gedung Kesenian Jakarta. Sepenggal kisah
pemimpin perempuan dituangkan dalam pertunjukan tari dan drama menawan.
Catatan sejarah
dieksplorasi mendalam oleh Chiva Production yang dimotori Putut Budi Santosa. Drama
diawali dengan dialog dua sosok ratu tentang kebimbangan menegakkan keadilan.
Tiap ucapan diiringi gerak tari nan apik. Vivid -yang pada 1995 menari di acara
Faces of Indonesia di Boston, Amerika Serikat- memerankan Ratu SHiMA.
![]() |
| Foto : Kuswondo @wongwondo |
“Tetaplah kuat menjadi pemimpin dan Ibu bagi rakyatmu. Tidaklah mudah
menjadi pemimpin, tetapi kau harus memenuhi semua kewajibanmu,” ucap Vivid
sebagai SHiMA di awal cerita, yang seakan berdialog dengan dirinya sendiri. Penonton
lalu seakan dibawa memasuki Kerajaan Kalingga yang agung, dengan munculnya
parade penampil dari arah penonton, membawa tombak, bejana dan perlengkapan
upacara lainnya, berjalan satu baris melintasi panggung.
Cerita Ratu SHiMA ditemukan
dalam berita Cina, dengan nama Ratu Hsi-mo dan Kerajaan Ho-Ling. Hal ini
dijelaskan arkeolog, Prof. Edi Sedyawati dalam catatan pengantar pertunjukan.
Lokasi Kalingga diperkirakan di Jawa Tengah dan penobatan ratu terjadi pada 674
Masehi.
Dalam drama dikisahkan rakyat Kalingga sangat patuh pada SHiMA yang dikenal tegas. Mereka berkumpul di alun-alun meresapi delapan perintah ratu, antara lain bekerja keras mensejahterakan keluarga, berbakti kepada ibu dan bapak, ingatlah pada leluhur, dan sebagainya.
Sajian tarian diselingi dialog
kocak keseharian pasangan suami istri rakyat Kalingga. Mereka membicarakan
perintah-perintah ratu, menyinggung pejabat korup, sampai harapan istri agar
suaminya bekerja keras agar dapat segera memiliki rumah. "DP 0 persen
Oktober nanti!" ujar sang suami disambut gelak tawa penonton.
![]() |
| Foto : Kuswondo |
Mengacu pada literatur
yang sangat terbatas, diyakini pemerintahan SHiMA sangat keras. Rakyat dididik
jujur sampai tak ada yang berani mengusik barang yang bukan miliknya. Hingga
suatu hari, putranya sendiri tak sengaja menyentuh harta orang yang jatuh di
jalan. Dalam drama tari ditampilkan, meski diawali bimbang, ratu memerintahkan
jari-jari kaki Paduka Pangeran dipotong. Hukuman diterapkan, tanpa kecuali.
“Aku bersamamu anakku... Kuasaku tidaklah abadi. Tetapi Atmaku berada di
antara kalian... Di antara gelap dan terang, berjalanlah menuju cahaya. Walau
harus melalui perih... Di mana Kejayaan dan Kemuliaan menunggu...,” pesan
SHiMA diucapkan oleh Vivid, menutup drama.
Pertunjukan ini merupakan
sekuel kedua dari Trilogi SHiMA Kalingga, yang digagas sutradara, penulis dan
koreografer, Putut Budi Santosa. Pada 2014 telah digelar yang pertama, bertajuk
"SHiMA, Kembalinya Sang Legenda" menuturkan kisah SHiMA sejak kecil
hingga dinobatkan menjadi ratu.

Vivid yang merupakan putri mendiang S. Kardjono, maestro tari Jawa Klasik Gaya Yogyakarta, menuturkan, "Bagi saya dari sisi pendidik, juga pemerhati remaja, kegiatan ini merupakan kesempatan berharga dapat terlibat karena begitu banyak pelajaran yang didapat, seperti: menghargai sejarah, menghargai nilai tinggi yang terkandung di dalamnya, juga menjadi bekal dalam memberikan pesan ke generasi muda Indonesia, bahwa kekayaan leluhur kita ini amat sangat kaya dan bernilai tinggi," tutur Vivid. Dua penari pemeran Ratu SHiMA adalah Inul Angela Retno Noorastuti dan Lulu Indroworo S.
Putut memilih mengangkat
kisah ini setelah mempelajari beberapa pemimpin perempuan lain, dari
kerajaan-kerajaan kuno di Indonesia. “Cerita ini relevan dengan situasi
sekarang. Kita ingin kenalkan, dulu ada lho di bumi Indonesia ini pemimpin
perempuan yang bijak sampai menghukum anaknya sendiri," tutur Putut saat konferensi media, sepekan sebelum pertunjukan. Dalam catatan pengantar Putut menulis, mendedikasikan karya ini antara lain kepada S. Kardjono yang merupakan gurunya.
Drama digarap seksama tak
hanya dari tari dan musiknya, namun juga kostum dan perhiasan. Penata busana Lucky Wijayanti menghadirkan
kain batik motif bunga lotus dan hiasan gapura candi. Ia secara khusus
mengamati relief dinding candi untuk mencari inspirasi seperti apa kostum
Kalingga masa itu. Ada proses seni rupa sebelum kemudian diterapkan ke kain,
dengan cap yang terbuat dari akrilik dan kayu oleh perajin Pekalongan dan
Yogyakarta.
![]() |
| Vivid bersama ayah ibunya, Harun Musawa dan Nuniek Harun Musawa |
Perhiasan digarap
Manjusha Nusantara yang dikenal menggeluti pembuatan replika perhiasan
tradisional Indonesia. Musik oleh Joko Porong dan Komunitas Ndoroyogo dengan
menginterpretasikan gagasan tari Kalingga yakni norma-norma kebaikan dari
kekuasaan seorang pemimpin. "Komposisi musik baru dengan berpijak pada
bentuk-bentuk (ritme dan struktural) dan sistem pelarasan (laras Slendro dan
laras Pelog) dalam genre musik Jawa Tengah," jelas Joko dalam catatan
pengantar. Drama ini juga dibuka dengan Tari Srimpi Pandelori dan Klana Raja.
Pertunjukan ini bekerja
sama dengan Cemara 6 Galeri, dan sekaligus sebagai malam amal dengan dukungan
Lions Club Jakarta Monas Kalingga. Sebagian hasil penjualan tiket didonasikan
untuk kegiatan sosial yang diselenggarakan organisasi tersebut.
- 5:28 AM
- 0 Comments
Pertunjukan drama tari "SHiMA, Kembalinya Sang Legenda" akan digelar Sabtu dan Minggu, 30 September dan 1 Oktober 2017 di Gedung Kesenian Jakarta. Motivator Pemuda, Dr. Vivid F. Argarini berperan sebagai Ratu SHiMA, dalam gelaran karya CHIVA Production yang didukung Cemara 6 Galeri - Museum dan Lions Club Jakarta Monas Kalingga.
Meneladani Ratu SHiMA, icon pemimpin perempuan dari Jawa Tengah abad ke-6 silam, digagas tak sekadar sebagai suguhan yang menyejukkan para pecinta seni. Dalam konferensi pers di Cemara 6 Galeri - Museum, Selasa (19/9/2017), Vivid mengajak tiap diri kita untuk bersyukur, dengan menyadari bahwa menari sesungguhnya adalah bersyukur.
"Dalam tiap gerak tari, kita menikmati alunan musik dan merasakan darah mengalir pada aorta. Maka menari sebetulnya tidak hanya tampil, namun lebih kepada bersyukur. Menari adalah menikmati kuasa Ilahi," tutur Vivid yang merupakan putri Alm. S. Kardjono (1940-2004), seorang maestro tari Jawa Klasik Gaya Yogyakarta.
Banyak elemen dieksplorasi dari sosok SHiMA, sang Ratu Kerajaan Kalingga yang dikenal sangat adil. Drama tari adalah salah satu bentuk pendalaman, yang juga mengurai banyak variabel seperti kain dan perhiasan. Lebih dalam dari itu, eskplorasi ini adalah ruang yang diciptakan untuk apresiasi diri.
"Dalam pergelaran nanti uniknya, yang menari ada dari usia eyang sampai cucu. Jadi ada yang sepuh usia 60, ada ibu-ibu muda, ada anak-anak. Sepanjang masih bisa berjalan dan kuat, siapapun monggo," tutur Vivid yang pada 1995, tampil menari Jawa Klasik Gaya Yogyakarta di acara Faces of Indonesia di Amerika Serikat.
Koreografer Putut Budi Santosa menjelaskan, sebelumnya telah mempelajari banyak tokoh pemimpin perempuan dari kerajaan kuno. Pilihannya jatuh pada SHiMA yang dikenal tegas, bahkan ketika putranya sendiri berbuat salah. "Tema ini relevan dengan situasi sekarang. Kita ingin kenalkan, dulu ada lho di bumi Indonesia ini pemimpin perempuan yang bijak sampai menghukum anaknya sendiri. Artinya, dia membabat habis korupsi, kolusi, nepotisme," tutur Putut yang juga penggagas, sutradara dan penulis drama tari ini.
Eksplorasi Kalingga oleh Lucky Wijayanti menghadirkan kain batik apik motif lotus. Lucky secara khusus mengamati relief-relief untuk mencari inspirasi, seperti apa kostum Kalingga masa itu. Ada proses seni rupa sebelum kemudian diterapkan ke kain. Kostum dibuat berbeda untuk tiap tokoh dan penari, karena Lucky meyakini adanya perbedaan karakter pada tiap peran. "Kostum juga sangat manusiawi. Dalam satu kelompok penari empat orang saja, karakternya dapat berbeda. Karena perbedaan itu justru sangat menarik," tuturnya.
| Perancang busana, Lucky Wijayanti (tengah) |
Penari, arkeolog dan pakar hak cipta, Dr. Inda Citraninda Noerhadi menambahkan, pertunjukan tari tidak hanya soal gerak tari, namun ada dorongan memajukan ekonomi kreatif di dalamnya. Dalam project ini, selain eksplorasi batik, juga menampilkan karya perhiasan SHiMA dari seniman Manjusha Nusantara.
| Koreografer, penggagas, penulis, sutradara, Putut Budi Santosa (tengah) |
Dalam konferensi pers juga hadir tim Lions Club Jakarta Monas Kalingga. Organisasi ini mendukung pertunjukan melalui promosi, penjualan tiket dan merchandise. Sebagian hasilnya akan didonasikan untuk kegiatan sosial, program utama Lions Club.
| Presiden Lions Club Jakarta Monas Kalingga, Suzi Marsita (kanan) |
| Penari, arkeolog dan pakar hak cipta, Dr. Inda Citraninda Noerhadi (tengah) |
Informasi:
Tiket: Fitri +628151882944, Bayu +6281260692976
Harga Tiket
VVIP : Rp 2.000.000
VIP : Rp 1.000.000
Kelas 1 : Rp 750.000
Kelas 2 : Rp 500.000
Kelas 3 : Rp 300.000
Dapatkan diskon menarik!
www.chivaproduction.com, Facebook chiva prO, Instagram chivaprod
#RatuShima #DramatariRatuShima #ShimaKalingga
#ShimaKembalinyaSangLegenda #IconIndonesia
- 5:09 PM
- 0 Comments
Bagi pemuda yang memiliki proposal bisnis menarik, jangan ragu! Ayo kirim ke Diplomat Success Challenge 2017.
Untuk informasi, klik www.wismilak-diplomat.com
Banyak yang akan dipelajari, dan akan terbuka kesempatan lebar untuk mengembangkan bisnis.
- 9:10 PM
- 0 Comments
"Business with attitude. Business with a good manner. I believe, this is essential."
It's a very good privilege. Kegiatan yang akan memberikan banyak manfaat. Jangan melewatkan kesempatan ini karena bukan hanya hadiah, tapi networking, explore and expose diri. Kapan lagi?
Bicara Diplomat Success Challenge (DSC), I would highly suggest. Yang belum tahu, wajib tahu. Yang memang belum mencoba untuk mengeksplor potensinya, go head.
Saya dilibatkan untuk meng-coach atau mengantar peserta, dengan materi Personal Branding. Personality dari seseorang dan personality dari apa yang dilakukan itu, harus kuat. Kemudian, me-maintain keunikan dan keoriginalitasan itu harus disadari dari awal, lalu coba ditumbuhkembangkan.
Lihat pasar sekitar, lalu ucapkan 'Hey pasar, this is me! I'm ready to face the challenge, I'm ready to be in the market'. Nah, kita akan membahas bagaimana me-maintain itu. Tidak hanya dari sisi konsep bisnis, tapi personality dari orang yang menjalankan juga penting. Termasuk business with attitude, jadi business with a good manner juga. ~ Dr. Vivid F. Argarini
- 7:24 AM
- 0 Comments
Berkumpul dengan alumni sekolah atau kampus dapat sangat bermanfaat untuk feed our brain, melalui kegiatan kreatif dan menambah pengetahuan. Seperti yang dilakukan WAA-Indonesia, dengan menyelenggarakan Field Trip ke pabrik minuman Teh Pucuk Harum dan Kopiko 78.
Feed ourselves. Feed our brain, soul and body. Pesan ini aktif disampaikan Motivator Pemuda, Dr. Vivid F. Argarini dalam tiap kelasnya. Salah satu cara seru untuk feed ourselves, adalah bersama Wisconsin Alumni Association-Indonesia Chapter/WAA-Indonesia mengunjungi PT Tirta Fresindo Jaya atau lebih dikenal dengan Mayora Group, Sabtu (13/5/2017).
Dengan kostum "Badgers" merah -warna resmi kampus, para alumni University of Wisconsin (UW) System, Amerika Serikat ini seru berombongan dengan bus bersama putra-putri mereka, dari Jakarta ke lokasi pabrik di Ciherang, Bandung. Vivid merupakan lulusan UW-Whitewater angkatan 1991.
WAA-Indonesia atau Perhimpunan Alumni Wisconsin-Cabang Indonesia (WAA-Indonesia) aktif menyelenggarakan beragam kegiatan untuk alumni mereka dan para future Badgers di Indonesia. UW-System adalah salah satu sistem perguruan tinggi negeri terbesar di AS, dengan lebih dari 180 ribu mahasiswa setiap tahun. Kampusnya tersebar di 13 lokasi di Wisconsin, dan yang terbesar UW-Madison di ibukota negara bagian. UW-Whitewater berjarak 50 menit berkendara dari kota Madison.
"Thank you to the management of PT Tirta Fresindo Jaya for hosting #IndonesiaBadgers Field Trip," tulis WAA-Indonesia dalam akun Instagram mereka, @IndonesiaBadgers.
Foto-foto : Dok. Instagram @Indonesiabadgers
- 12:59 AM
- 0 Comments
"Happy to become a part of Wisconsin Alumni Association. Special thanks to my parents, ibu Nuniek Harun Musawa and my dad Harun Musawa who were brave and (nekad) enough to send their 17 year old daughter, back in 1991, to study in the US."
Motivator Pemuda, Dr. Vivid F. Argarini merayakan persatuan dalam keragaman bersama Perhimpunan Alumni Wisconsin-Cabang Indonesia (WAA-Indonesia), Minggu (4/12/2016) di Mercantile Athletic Club Jakarta.
"Indonesia Badgers Gathering 2016" diselenggarakan WAA-Indonesia, dan diikuti sekitar 200 alumni University of Wisconsin (UW) System, Amerika Serikat dari angkatan 1959 hingga yang termuda, 2016. Sebagian besar dari UW-Madison, namun ada pula dari kampus UW System lainnya. Hadir antara lain Gubernur Bank Indonesia 1988-1993, Prof. Adrianus Mooy (angkatan 1965), dan CEO MatahariMall.com, Hadi Wenas (angkatan 2001). Keduanya menjadi pembicara kunci.
UW System memiliki 13 kampus tersebar di Wisconsin. Paling besar adalah UW-Madison, berlokasi di ibukota negara bagian. Kemudian ada di Parkside, Milwaukee, Whitewater, Platteville, La Crosse, River Falls, Superior, Stout, Eau Claire, Stevens Point, Green Bay, dan Oshkosh. UW-System adalah salah satu sistem perguruan tinggi negeri terbesar di AS, dengan lebih dari 180 ribu mahasiswa setiap tahun.
Vivid merupakan lulusan jurusan Komunikasi dan Sosiologi UW-Whitewater angkatan 1991. Kampusnya berjarak 50 menit berkendara dari kota Madison. Semasa kuliah ia aktif sebagai Presiden PERMIAS (Indonesian Student Association in USA) UW-Whitewater Chapter, dan juga Presiden International Club di kampus.
Kompak dengan kostum "Badgers" merah, warna resmi kampus, alumni seakan diingatkan kembali tentang The Wisconsin Idea, yaitu keyakinan bahwa Universitas Wisconsin harus berbagi pengetahuan dan penemuannya agar berguna bagi Wisconsin dan seluruh dunia.
Managing Director Hubungan Alumni Internasional WAA, Lora Klende datang dari Wisconsin untuk membuka acara. Turut hadir pula Atase Kultural Kedutaan Besar AS di Jakarta yang juga Direktur @america, Karen Schinnerer.
Presiden WAA-Indonesia, Jemmy Chayadi (angkatan 2000) dalam siaran persnya menuturkan, "WAA-Indonesia adalah dari kita, untuk kita dan oleh kita. 'From Us, to Us and by Us' dan bersama kita bersatu untuk memberi dampak yang lebih besar dan lebih positif untuk Indonesia." Acara ditutup dengan aksi #MannequinChallenge dan menyanyikan Varsity khas tradisi Badgers.
- 4:44 AM
- 0 Comments
Dr. Vivid Fitri Argarini akan menjadi narasumber dalam diskusi budaya di Museum Tekstil Jakarta, Kamis, 20 Oktober 2016. Bincang-bincang yang digelar Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama CHIVA Production ini bertema "SHiMA sebagai Icon Pemimpin Perempuan yang Sukses di Masa-nya".
Motivator Pemuda ini akan menjadi pembicara bersama ahli arkeologi dan epigrafi Pusat Arkeologi Nasional, Dr. Titi Surti Nastiti, serta penata tari dan dosen Institut Kesenian Jakarta, Dr. Respatini Kusumastuti, dimoderatori Vera Damayanti.
Selama 15-30 Oktober mendatang, di Museum Tekstil juga digelar Pameran Pertunjukan SHiMA Kalingga, menyajikan batik Kalingga karya Lucky Widjayanti, aksesories SHiMA Kalingga karya Manjusha Nusantara, juga foto pementasan drama tari SHiMA Kalingga koreografer Putut Budi Santosa.
Sanggar tari CHIVA dibentuk Putut Budi Santosa pada 2003 dengan arahan para tokoh seni, antara lain ayah kandung Vivid, S. Kardjono (Alm) yang merupakan maestro tari Jawa klasik gaya Yogyakarta. CHIVA juga diarahkan Farida Utoyo, dan I Wayan Diya (alm), yang merupakan Dosen IKJ dan tokoh seni.
Hingga kini CHIVA menyelenggarakan kelas tari Jawa, Modern Dance dan tari Nusantara. Pada 2014 telah sukses dengan pertunjukan "SHiMA, Kembalinya Sang Legenda". Sejak itu program "SHiMA Kalingga" terus konsisten dilanjutkan bersama JAPA School of Art dan Yayasan LinggaYoni Nusantara.
Ratu SHiMA merupakan icon pemimpin perempuan dari legenda Kerajaan Kalingga di Jawa Tengah. Kisahnya, dikutip dari situs CHIVA Production, pada sekitar abad ke-6 Masehi Ratu Shima dikenal dengan peraturan barang siapa mencuri, akan dipotong tangannya. Prinsip keadilan diterapkan dengan keras tanpa pandang bulu. Maka rakyatnya sangat menjunjung tinggi kejujuran.
Hingga suatu saat, putra mahkota menyentuh uang emas yang bukan miliknya. Kantung emas yang sengaja ditaruh di jalan dekat pasar, sampai tiga tahun tak dicuri rakyat Kalingga. Ratu SHiMA konsekuen menegakkan peraturan, memotong kaki anaknya sendiri.
Yuk, ikuti bincang-bincang tentang tokoh pemimpin perempuan di Museum Tekstil, Jalan KS Tubun, Petamburan, Jakarta besok jam 10 pagi. Cukup dengan membayar tiket masuk museum.
- 6:29 PM
- 0 Comments
Konselor Pendidikan, Dr. Vivid F. Argarini menjadi moderator diskusi 'Anak Jujur itu Hebat, Modal Kepemimpinan' dengan narasumber psikolog, orang tua dan perwakilan Komisi Pemberantasan Korupsi. Acara digelar kolaborasi Joy Parenting, KPK dan Ikatan Alumni Prasetya Mulya Business School, Jumat (23/9/2016).
Obrolan berbagi pengetahuan dan pengalaman ini menghadirkan Psikolog, Ratih Ibrahim, Direktur Bidang Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat KPK, Sujanarko, dan ayah tiga anak, Hasanudin Abdurakhman. Diikuti gratis oleh para ibu, ayah serta pegiat pendidikan anak, di lantai empat kampus Prasetiya Mulya Busisiness School, kawasan Cilandak, Jakarta.
Dicontohkannya, ketika anak tidak memakan bekal, biasanya orang tua marah. Selanjutnya dapat terjadi anak menyembunyikan atau membuang bekalnya, lalu berbohong saat ditanya. Dalam kasus ini, anak tidak jujur karena takut. Maka orang tua perlu membuat anak merasa, dengan jujur ia justru akan lebih dihargai. "Beri pujian dan penghargaan saat anak jujur," imbuhnya.
Perlu disadari pula, anak tak perlu dilatih jujur sebab pada dasarnya sudah jujur. Yang wajib diperhatikan justru mencegah anak menangkap kebohongan orang tuanya. Hasan mencontohkan, "Saat orang tua menyuap polisi lalu lintas, memberi tip, dan segala bentuk membayar seseorang untuk melanggar wewenang, nah anak belajar dari situ lho," tutur Hasan yang seorang Doktor bidang Fisika terapan yang pernah bekerja sebagai peneliti di dua universitas di Jepang ini.
![]() |
| Ibu Berlina (kiri), Ibu Astarini (dua dari kanan) dan Joy Parenting Founder, Hanny Soema Di Pradja (kanan). Bersama Vivid tergabung dalam Neuronesia Parenting Group |
- 2:42 AM
- 0 Comments
Setiap hari kita dapat termotivasi dari sekitar, termasuk dari acara yang kita datangi. Terlebih lagi event memperingati kelahiran tokoh besar Indonesia, Presiden ke-3, Bapak Prof.Dr.-Ing BJ.Habibie. Semangat belajar hingga negara maju sangat terasa di ulang tahun beliau yang ke 80, pada awal Agustus lalu di Hotel Shangri-La Jakarta.
Dr. Vivid Fitri Argarini hadir sebagai bagian dari Euro Management, konsultan pendidikan internasional di Indonesia. Putra sulungnya, Charisma Winarga adalah murid lembaga tersebut yang kini tengah berkuliah di Jerman. CEO Euro Management Indonesia, Bapak Bimo Sasongko BSAE, MSEIE, MBA, juga adalah Ketua Umum Ikatan Alumni Program Habibie (IABIE).
"(Bersama) Fanny dan Rudy yang diperankan Ray dan Bisma di film Rudy Habibie. Film bagus untuk menyemangati anak muda bahwa kesuksesan tidak datang seketika. Perjuangan gigih dan restu ibunda :) . Pak Bimo Sasongko, bosnya Euro Management berbaik hati mengajak datang ke acara Ultah 80 Pak B.J. Habibie, bersama Ikatan Alumni Habibie," tulis Vivid di akun Instagram @vividfitriargarini.
Jika kita ingat lagi, Pak Habibie berangkat kuliah ke Jerman pada 1955. Kemudian sejak tahun 1980, yakni saat menjabat Menristek, beliau telah mengirimkan siswa Indonesia untuk kuliah bidang sains dan teknologi di negara maju. Lulusan program itu, salah satunya Pak Bimo, kemudian membentuk IABIE dengan visi menjadi leader dalam bidang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, yang dapat meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia dan Pembangunan Nasional di Indonesia.
Pak Bimo berkarya melalui Euro Management yang telah didirikannya sejak 2002. Charisma bergabung mulai tahun lalu dan kini berkuliah di universitas negeri di Jerman yakni Studienkolleg Hochschule Anhalt Köthen, memilih jurusan Teknik Informatika. Vivid sendiri menempuh pendidikan tinggi di Amerika Serikat setelah lulus SMA pada 1991, dan kemudian juga merasakan belajar di Belanda dan Australia.
Semangat tinggi Pak Habibie terus menemani siapapun anak Indonesia yang mau belajar, dan tak pernah ragu mencari kesempatan sekolah di negara maju.
"So blessed and such a blast seeing you again Herr Jurgen and Pak @ferdian_alvarez @shangrilajkt . Beautiful evening, very good food, warm ambience. Bravo Shangri-La Hotel :). Thanks for the invitation ya IABIE (Ikatan Alumni Habibie). Thanks for Bapak Bimo Sasongko, Presdir/CEO Euro Management," tulis Vivid.
- 7:17 AM
- 0 Comments































