Personal Branding Workshop Diplomat Success Challenge 2017

8:47 AM


Energi pemuda Indonesia berwirausaha menggelora di ajang Diplomat Success Challenge 2017. Kompetisi bisnis tahunan yang diselenggarakan Wismilak Diplomat ini, telah memilih enam entrepreneur muda untuk diberi dana hibah modal usaha.

Motivator Pemuda, Dr. Vivid F. Argarini untuk kali ke empat berturut-turut menjadi mentor untuk menguatkan Personal Branding tiap juara. Sabtu (7/10/2017), peserta tiba di lokasi karantina di Hotel Grand Kemang Jakarta. Setelah mendapat pengarahan dari Dewan Juri yaitu Helmy Yahya, mereka mengikuti sesi workshop bersama Vivid.

Enam peserta adalah Anita dari Yogyakarta dengan bisnis Stroberi Armada; Arya Jodipati asal Tangerang, pendiri usaha animasi video edukasi Bin Studio; Yogi dengan usaha kerajinan dari limbah kerang di Probolinggo; Andra yang asal Papua pengusaha Warung Papeda di Yogyakarta; Yoga dengan usaha cokelat tempe; dan Widya Pura asal Bandung pengusaha mushroom. Mereka adalah pemenang pertama dan runner up dari tiga region kompetisi ini, yaitu West Region (audisi di Jakarta), Central Region (Yogyakarta), dan East (Surabaya). Diplomat Success Challenge menyeleksi ribuan proposal bisnis yang masuk dari seluruh Indonesia.


Menjadi entrepreneur tak cukup dengan memiliki ide bisnis kreatif, namun juga perlu menguatkan personal brand serta berdaya juang tinggi. Hal ini ditekankan Vivid untuk mendorong tiap peserta mengulik keunikan, potensi, serta tantangan yang mungkin dihadapi. 

Doktor Manajemen Pendidikan ini melatih peserta dari mulai bagaimana greeting dengan sincere untuk memunculkan kesan pertama yang baik. Kemudian, menuliskan personal SWOT (strength, weakness, opportunity dan thread) dan membacakannya menjadi kesempatan tiap peserta untuk saling belajar dari peserta lain. 


"Kelebihan saya, gigih dan tidak mudah menyerah. S2 saya di Belanda dengan beasiswa, yang saya peroleh dengan tidak mudah. Daftar, gagal. Coba lagi, gagal lagi. Berkali-kali, tapi saya tahu saya ingin kuliah S2 jadi saya coba terus," cerita Widya Pura, yang meraih beasiswa LPDP dan mengambil jurusan Teknologi Pangan. 

Vivid menekankan, bahwa sebagai entrepreneur perlu untuk selalu aware dengan potensi yang dimiliki, dan bagaimana keadaan di sekitar. "Tanpa aware, kita akan merasa nyaman saja dan sekitar akan mudah menyalip," jelas Vivid yang merupakan dosen pascasarjana jurusan Magister Management ini.


Peserta juga berlatih menulis personal statement untuk mengurai secara simple, short but sharp tentang siapa mereka dan bisnis yang tengah ditekuni. Di sesi terakhir, Vivid memimpin fokus group discussion membahas beragam topik untuk memancing peserta menuangkan pemikiran serta berpikir out of the box.


Diplomat Success Challenge 2017 diselenggarakan Wismilak-Diplomat dengan Dewan Juri yaitu pengusaha Helmy Yahya, Direktur PT Gawih Jaya, anak perusahaan Wismilak, Surjanto Yasaputera (Ketua Dewan Juri), Direktur Pengelola HighScope, Antarina SR Amir, dan CEO Qerja.com, Veronika Linardi.
















































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































ratu shima vivid f argarini

Energi pemuda Indonesia berwirausaha menggelora di ajang Diplomat Success Challenge 2017. Kompetisi bisnis tahunan yang diselenggarakan Wismilak Diplomat ini, telah memilih enam entrepreneur muda untuk diberi dana hibah modal usaha.

Motivator Pemuda, Dr. Vivid F. Argarini untuk kali ke empat berturut-turut menjadi mentor untuk menguatkan Personal Branding tiap juara. Sabtu (7/10/2017), peserta tiba di lokasi karantina di Hotel Grand Kemang Jakarta. Setelah mendapat pengarahan dari Dewan Juri yaitu Helmy Yahya, mereka mengikuti sesi workshop bersama Vivid.


Enam peserta adalah Anita dari Yogyakarta dengan bisnis Stroberi Armada; Arya Jodipati asal Tangerang, pendiri usaha animasi video edukasi Bin Studio; Yogi dengan usaha kerajinan dari limbah kerang di Probolinggo; Andra yang asal Papua pengusaha Warung Papeda di Yogyakarta; Yoga dengan usaha cokelat tempe; dan Widya Pura asal Bandung pengusaha mushroom. Mereka adalah pemenang pertama dan runner up dari tiga region kompetisi ini, yaitu West Region (audisi di Jakarta), Central Region (Yogyakarta), dan East (Surabaya). Diplomat Success Challenge menyeleksi ribuan proposal bisnis yang masuk dari seluruh Indonesia.


Menjadi entrepreneur tak cukup dengan memiliki ide bisnis kreatif, namun juga perlu menguatkan personal brand serta berdaya juang tinggi. Hal ini ditekankan Vivid untuk mendorong tiap peserta mengulik keunikan, potensi, serta tantangan yang mungkin dihadapi. 

Doktor Manajemen Pendidikan ini melatih peserta dari mulai bagaimana greeting dengan sincere untuk memunculkan kesan pertama yang baik. Kemudian, menuliskan personal SWOT (strength, weakness, opportunity dan thread) dan membacakannya menjadi kesempatan tiap peserta untuk saling belajar dari peserta lain. 


"Kelebihan saya, gigih dan tidak mudah menyerah. S2 saya di Belanda dengan beasiswa, yang saya peroleh dengan tidak mudah. Daftar, gagal. Coba lagi, gagal lagi. Berkali-kali, tapi saya tahu saya ingin kuliah S2 jadi saya coba terus," cerita Widya Pura, yang meraih beasiswa LPDP dan mengambil jurusan Teknologi Pangan. 

Vivid menekankan, bahwa sebagai entrepreneur perlu untuk selalu aware dengan potensi yang dimiliki, dan bagaimana keadaan di sekitar. "Tanpa aware, kita akan merasa nyaman saja dan sekitar akan mudah menyalip," jelas Vivid yang merupakan dosen pascasarjana jurusan Magister Management ini.

Peserta juga berlatih menulis personal statement untuk mengurai secara simple, short but sharp tentang siapa mereka dan bisnis yang tengah ditekuni. Di sesi terakhir, Vivid memimpin fokus group discussion membahas beragam topik untuk memancing peserta menuangkan pemikiran serta berpikir out of the box.

Diplomat Success Challenge 2017 diselenggarakan Wismilak-Diplomat dengan Dewan Juri yaitu pengusaha Helmy Yahya, Direktur PT Gawih Jaya, anak perusahaan Wismilak, Surjanto Yasaputera (Ketua Dewan Juri), Direktur Pengelola HighScope, Antarina SR Amir, dan CEO Qerja.com, Veronika Linardi.


You Might Also Like

1 comments