Mini Workshop for Parents - Talk, Write and Show

2:42 AM


Menjadi orang tua adalah proses untuk terus belajar bagaimana mendidik putra-putri. Sesuatu yang tak dipelajari di perguruan tinggi, namun kita dapat memperkaya wawasan melalui diskusi.

 


Para ibu yang hadir di Do An Vietnamese Restaurant,  Kemang, Jakarta, Sabtu sore (9/9/2017), ingin me-recharge diri di tengah kesibukan bekerja serta mendampingi putra-putri yang terus berkembang pada zamannya. Semua sepakat bukan hanya anak yang perlu belajar, namun orang tua juga perlu menambah kecakapan.



Dr. Vivid F. Argarini sebagai facilitator mendorong peserta meningkatkan kemampuan public speaking dan communicative writing. Di satu sudut cafe yang terletak di lantai dua Colony 6 itu, peserta tidak hanya menyimak pemaparan materi dan berdiskusi, namun juga berlatih tampil bicara dalam forum, menulis kata dengan ejaan yang benar, serta menulis singkat beberapa jenis tulisan.



Vivid yang seorang Doktor Manajemen Pendidikan dan ibu dari tiga putra usia kuliah, SMA dan SMP ini, mengajak tiap peserta untuk mengurai potensi diri melalui Personal SWOT Analysis. Dalam sesi  menceritakan strength, weakness, opportunity dan thread masing-masing, muncul kesamaan-kesamaan di antara peserta. Seperti keinginan untuk terus berada di industri di mana mereka bekerja saat ini, ingin menekuni minat di tengah kesibukan sebagai ibu rumah tangga, dan lainnya.



Memaparkan kelebihan dan kekurangan diri ini sekaligus menjadi latihan bicara di depan publik, dengan terstruktur dan intonasi yang jelas. Para ibu kemudian diajak memiliki kemampuan communicative writing yang baik, yakni menulis dengan tata kalimat yang komunikatif yang diperlukan dalam komunikasi tertulis di kantor, di sekolah atau kampus, juga di rumah. Mereka berlatih menulis e-mail sebagai orang tua murid, yang ingin mengundang seorang narasumber untuk kegiatan sekolah putra-putri.



Menulis tiap kosakata dengan benar, tanda baca sesuai, serta tata kalimat dan struktur yang enak dibaca, menjadi kunci communicative writing. Peserta didorong mengenali salah eja yang kerap terjadi seperti 'di' sebagai kata depan yang sering kali disambung, dan 'di' sebagai imbuhan yang dipisah.  


Dr. Vivid me-review satu per satu tulisan peserta
Lebih dalam dari itu, dari kegiatan ini para ibu saling bertukar pikiran dan menginspirasi, tentang bagaimana komunikasi yang baik dengan putra-putri. Tiap orang tua memiliki gayanya sendiri, dan bahkan perlu menerapkan kiat yang berbeda-beda pada tiap putra-putrinya. If you can't talk, write it. If can't write, show it. So, it's talk, write and show method.

 

Mini workshop berlangsung sebagai diskusi relax, dalam suasana resto berhias lampion merah kuning, ditutup dengan menikmati menu-menu istimewa Do An. Mulai dari appetizer yakni Viet Roll atau Lumpia Goreng Vietnam, lalu beberapa pilihan main course antara lain Com Bo Nuong Kim Tuyen atau Traditional BBQ Beef with Rice and Salad, serta Che Da Dau Thap Cam atau Es Kacang Campur ala Vietnam sebagai dessert. Do An menyediakan beragam santapan lezat Vietnamese lainnya seperti Rice Noodle, Vietnamese Noodle Soup, Rice Dish Chicken or Beef dan banyak lagi. 




Foto-foto dan Video : KusWondo

You Might Also Like

0 comments