Workshop Event Management Atlet dan Pelatih Kemenpora

4:42 PM



Kemampuan menyelenggarakan acara penting dimiliki pemuda, terlebih bagi mereka yang akan berkarir di bidang olahraga. Kementerian Pemuda dan Olahraga RI peduli pada pengembangan skill ini, dengan konsisten menggelar lokakarya.


"Pelatihan Manajemen Event Bidang Penyelenggaraan Olahraga Tahun 2017" dalam rangka Dukungan Pelatihan Manajemen Keolahragaan diselenggarakan Rabu-Jumat 14-16 Juni 2017 di Bumi Perkemahan Cibubur. Konsultan Media dan Komunikasi, Dr. Vivid F. Argarini untuk ketiga kalinya menjadi trainer kegiatan ini.

Diikuti 82 atlet serta pelatih dari beragam kampus dan SMK, kegiatan ini mendorong peserta untuk dapat berpikir kreatif dalam merencanakan kegiatan, menyusun proposal untuk menarik mitra sponsor, serta detail dalam mengeksekusi acara.


Vivid memaparkan tentang pentingnya peserta menguasai konsep penyelenggaraan MICE (Meeting, Incentive, Conference, Exhibition). Di bidang olahraga, kegiatan MICE dapat sangat beragam. "Sport tidak melulu pertandingan juga. Bisa juga yang berkaitan dengan mental readyness, atau kegiatan yang bicara soal nutrisi," tutur Vivid yang berpengalaman memimpin majalah Aneka Yess! yang sekaligus event organizer.

Co-speaker, Kuswondo menjelaskan bagaimana mendesain proposal
Menyusun proposal menjadi salah satu bagian terpenting dalam event management. "Saya lebih suka menyebut sponsor dengan mitra dana. Penyelenggara bukan berarti nurut saja apa yang diinginkan pemberi dana. Tapi harus bersinergi sejajar, karena mereka juga memerlukan kegiatan untuk berpromosi," tutur Dosen Manajemen Pendidikan Universitas Negeri Jakarta ini.


Turut hadir sebagai co-speaker, KusWondo, desainer grafis senior menjelaskan bagaimana mengemas proposal menjadi menarik calon mitra dana. "Perhatikan warna, logo dan tagline. Misalnya membidik provider, nuansa warna bisa menyesuaikan dengan warna mereka," tutur KusWondo yang juga seorang fotografer ini. "Mengajukan proposal ke provider A tapi desain proposal justru pakai warna B yang kompetitornya, ya itu bunuh diri," imbuh Kak Vivid.


Pemaparan tak hanya tentang teknis penyelenggaraan MICE, tapi juga mendorong peserta untuk menggali ide-ide kreatif. Pelatihan juga menjadi medium peserta -yang dari beragam sekolah dan kampus ini- untuk saling berbagi pengalaman. Seperti Satrio Guardian yang pernah terlibat dalam Pertamina EcoRun 2016, juga Eri yang mengikuti exhibition sebagai penyelenggara salah satu tenant, dan banyak lagi peserta bercerita.


Di sesi sore, peserta dikelompokkan dalam 13 grup untuk berdiskusi merencanakan MICE. Di tengah diskusi, Kak Vivid menyisipkan materi Personal Branding untuk membantuk tiap peserta dalam kelompok mengerti di mana baiknya posisinya di dalam grup. Peserta diajak mengenali strength, weakness, opportunity dan thread-nya, untuk lebih memahami potensi dirinya.

Peserta yang aktif dan dapat meng-quote pemaparan Ibu Vivid, mendapat hadiah buku

Menulis Personal SWOT Analysis

Empat peserta yang berani ungkapkan personal SWOT-nya

Prisca, atlet basket dari Universitas Negeri Jakarta

Laras, atlet taekwondo, Indonesian coach di Indonesia Taekwondo Association

Denni Arnanda, atlet karate dari STIE Tunas Nusantara

M. Khusaeri, atlet menembak nasional sejak 2015

Diskusi untuk tugas merencanakan kegiatan
Di sesi sore, peserta dikelompokkan dalam 13 grup untuk berdiskusi merencanakan MICE. Di tengah diskusi, Kak Vivid menyisipkan materi Personal Branding untuk membantuk tiap peserta dalam kelompok mengerti di mana baiknya posisinya di dalam grup. Peserta diajak mengenali strength, weakness, opportunity dan thread-nya, untuk lebih memahami potensi dirinya.

Pelatihan masih berlanjut pada hari ini, Jumat, 16 Juni 2017 dengan agenda presentasi rencana kegiatan yang telah disusun tiap kelompok.





You Might Also Like

0 comments