UNJ Bahas Blended Learning dengan Dua Profesor dari Hongkong

9:30 AM

1 September 2015, Universitas Negeri Jakarta

Mahasiswa dan alumni Program Pascasarjana Universitas Negeri Jakarta baru-baru ini melakukan dialog dengan dua pakar teknologi pendidikan dari The Hong Kong Institute of Education, yakni Prof. Dr. Cheng Ping Lim dan Prof. Dr. David Coniam. Diskusi mengangkat tema Blended Learning and Digital Assessment.

Kedatangan keduanya ke UNJ, khususnya Prof. Cheng, merupakan kunjungan persahabatan rutin. Assistant for International Relations to Vice Rector for Planning and Cooperation Affairs UNJ, R.A. Hirmana Wargahadibrata menjelaskan, kunjungan keduanya juga sebagai tindak lanjut dari keikutsertaan UNK melakukan analisis kebutuhan Blended Learning yang bukan hanya berlingkup sektoral namun terintegrasi.
Blended Learning merupakan paduan perkuliahan tatap muka dan secara daring atau online. Hirmana menuturkan, UNJ telah dipercaya mewakili Indonesia dan mempelajari praktik terkini Blended Learning di sejumlah perguruan tinggi yaitu di Australia, Singapura, Malaysia, Hong Kong, Korea Selatan, dan RRT.

"Simpulannya, sepanjang ada integrasi antara subsistem tatap muka dan daringnya, ternyata, tidak ada satu praktik Blended Learning yang identik sama satu sama lain dan yang meniadakan satu sama lain pula," jelas Hirmana.
Ditambahkannya, program Blended Learning diyakini adalah karya kreatif dan "unik" setiap dosen sebagai desainer perkuliahan. Fokusnya pada proses belajar mahasiswa. Bagaimana kualitas proses belajar mahasiswa ini menjadi lebih konkrit, bermakna dengan perkuliahan ala Blended Learning karya dari kita masing-masing sebagai pembuat resep sekaligus koki masaknya. "Ingat, bahwa dunia mahasiswa kita berbeda dengan dunia kita apalagi ketika kita menjadi mahasiswa kala itu.

You Might Also Like

0 comments