Melatih Character Building Pejabat dan Pegawai DPD RI

9:16 PM


Setelah menjadi trainer tim sekretariat DPD RI untuk Public Speaking, Dr. Vivid F. Argarini kembali melatih para aparatur sipil negara ini untuk materi Character Building. 


Sekretariat Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan untuk pejabat dan pegawainya, pada Rabu-Kamis (2-3/5/2018). Materi Character Building diberikan pada hari kedua, dengan peserta para Kasubag (Kepala Sub Bagian) dari berbagai divisi.    


Bekerja dalam tim tentunya terdiri atas personel dengan beragam karakter. "Misalnya, kadang ada yang selalu punya ide-ide bagus, tapi hanya melontarkannya. Yang menjalankannya orang lain. Tapi orang yang kreatif seperti itu dibutuhkan juga lho. Jika pada akhirnya selalu orang lain yang mengeksekusi, itu menjadi kerja tim," tutur Dr. Vivid yang juga seorang dosen pascasarjana ini.


Upaya-upaya dalam character building akan menyempurnakan karakter yang ada, agar terwujud karakter yang diharapkan dalam penyelenggaraan pemerintahan. Salah satu kiatnya, adalah menuliskan kekuatan, kelemahan, kesempatan serta ancaman pada diri sendiri. 


"Ketika kita menuliskan empat poin itu, dapat muncul pemikiran bahwa "Kemampuanku sebetulnya lebih dari day to day yang aku lakukan selama ini. Aku bisa eksplor, dan menyadari bahwa orang lain bisa overtaking, menyalip, jika aku tidak mencoba untuk upgrading diri'. Karena life is ascending," jelas Vivid memotivasi peserta untuk terus mengevaluasi kemampuan diri dan meningkatkannya.


Peserta kemudian diberi group project dengan individual assessment. Tiap kelompok berdiskusi menyusun rencana kegiatan yang dapat meningkatkan citra positif DPD RI. Mereka diajak berkreasi memikirkan branding lembaga ini, lalu mempresentasikannya. Tiap anggota kelompok wajib berkontribusi baik dalam diskusi maupun presentasi, untuk melatih membentuk karakter diri yang kuat dan mampu bekerja dalam tim dengan baik.


Dari presentasi enam kelompok, tak hanya muncul berbagai ide baru, lama, seru, ataupun yang standar. Tetapi juga kelincahan mengungkapkan ide, mengkritisi gagasan kawan, serta mempertahankan pendapat dengan meyakinkan. Yap! Tiap satu kelompok selesai presentasi, kelompok-kelompok lain sebagai audiens diberi kesempatan bertanya. "Jadi ada Team sebagai Presenter vs Devil's Advocate. Di sini kita berlatih untuk Defense," jelas Vivid.


Beberapa rancangan kegiatan yang dilontarkan antara lain membuat stasiun televisi, kompetisi duta senator cilik, school roadshow, cerdas cermat, debat konstitusi, jalan santai, hingga kegiatan seni budaya. Nama-nama kelompok pun unik, seperti DPD Berkicau, atau BANCI yang kependekan dari Barisan Cinta - DPD Pemersatu Nusantara.





Group project diharapkan memunculkan karakter tiap anggotanya yang aktif, kreatif, trendsetter, anti mainstream dan komunikatif, atau yang apatis, follower, serta enggan keluar dari zona nyaman. "Saat diskusi dan presentasi, terlihat pula terjadi pula dinamika antar generasi. Dalam tim sering kali ada generasi X dan Y yang harus saling menyesuaikan," kata Dr. Vivid.




Workshop hari itu diakhiri dengan pengumuman dua kelompok terbaik dari sisi ide, dan performance. Dari pelatihan ini, diharapkan tiap pejabat dan pegawai sekretariat DPD RI ini menjadi termotivasi untuk terus meng-upgrade diri, dan berkarya tulus dari hati.



You Might Also Like

0 comments