Tujuh Pesan Reza Rahadian untuk Remaja Siapkan Masa Depan

5:56 PM

reza rahadian vivid argarini al azhar


"Seru! Memotivasi banget apalagi kita kan udah kelas 9. Kak Reza ganteng trus asik kayak seumuran kita gitu. Kak Vivid juga ngebawainnya santai. Makasih, Kak!" seru murid-murid SMP Al Azhar 12 Rawamangun Jakarta Timur, Kamis pagi (16/2/2017). Konselor Pendidikan, Dr. Vivid F. Argarini memberi motivasi kepada murid SMP Al Azhar dengan menghadirkan aktor peraih Piala Citra, Reza Rahadian. 



reza rahadian vivid argarini al azhar

Pemeran Habibie dalam film Habibie & Ainun dan Rudy Habibie ini menekankan, masa depan dan dunia kerja bagi remaja seusia mereka sudah dekat, hanya 5-10 tahun lagi. Persiapkan sejak sekarang dengan mengenali minat dan bekerja keras untuk berkembang di bidang itu.

reza rahadian vivid argarini al azhar

Dibuka oleh Kepala Sekolah yang singkat menceritakan kisah sukses pengusaha Chairul Tanjung, Kak Vivid lalu mengawali talkshow. Kak Vivid yang seorang Doktor Manajemen Pendidikan ini mengingatkan, agar remaja mencoba beragam kegiatan di samping sekolah, rajin feeding the brain, serta berjejaring. "Kak Reza adalah salah satu bukti bahwa dengan berjuang dan meniti karir dari nol, ia dapat menjadi aktor sukses. Nanti Kak Reza akan cerita banyak," tutur Kak Vivid yang langsung disambut histeria membahana di koridor sekolah begitu Reza disebut akan datang.

reza rahadian vivid argarini al azhar

Dan benar saja! Begitu Reza yang pagi itu muncul dengan kemeja putih dan blue jeans, excitement teman-teman Al Azhar semakin tak terbendung. Apalagi ketika ngobrol, bintang serial Halfworlds di HBO Asia ini beberapa kali mengajak peserta maju ke depan untuk bertanya langsung dengannya. Waah, pada berebutan pengen dekat Kak Reza! 

reza rahadian vivid argarini al azhar

Menjadi aktor hebat seperti Reza bukan keberuntungan. Ada perjuangan dari mulai mengenali minat hingga konsisten meningkatkan kemampuan. “Buat saya, mencapai apa yang saya capai sekarang adalah sebuah proses perjalanan lebih dari sepuluh tahun,” tuturnya. Reza membuka pikiran siswa-siswi Al Azhar bahwa menyiapkan masa depan tidak melulu soal nilai akademis.

Pertama, temukan hobi dan kesenangan. Bermain tidak selamanya berarti malas belajar. “Buat yang sangat suka main game, ada komunitas-komunitas yang memang mencari anak-anak muda untuk diajak membuat game yang sangat sulit. Yang menentukan tingkat kesulitannya ya kalian sendiri," tuturnya.  

reza rahadian vivid argarini al azhar

Kedua, konsekuen dengan apa yang kita lakukan dan sungguh-sungguh menekuninya. Bagi Reza tidak ada istilah part time job. Jika bidang itu memang minat kita, terus pelajari agar kemampuan terus berkembang.

Ketiga, ketika jatuh harus segera bangkit. Jatuh lagi, bangkit lagi. Reza bercerita tentang dampak krisis ekonomi tahun 1997 pada keluarganya. "Perusahaan tempat Ibu saya bekerja melakukan pengurangan pegawai besar-besaran. Tahun 1998, sebelum kalian lahir, terjadi reformasi di Indonesia. Ibu saya kehilangan pekerjaan," cerita kelahiran 5 Maret 1987 ini.

Masa itu, Reza yang baru berusia sepuluh berinisiatif bersepeda keliling komplek menawarkan jasa potong rumput. Untuk imbalan Rp 15 ribu atau Rp 20 ribu. "Tabungan Ibu mulai menipis. Saat itu saya belum terpikir soal cita-cita. Yang penting bekerja untuk bertahan hidup," ceritanya.

reza rahadian vivid argarini al azhar

Keempat, jangan pernah merasa sebagai orang yang paling menderita di dunia ini. Reza mulai menetap di Jakarta sejak SMA dan sambil bekerja. “Semua proses saya jalani. Ya ada capeknya, ada ngeluhnya sama Tuhan, ada protesnya sama Tuhan. Baru umur segini, kayaknya udah berat banget nih beban hidup. Tapi buat saya itu pelajaran paling berharga, yang membuat saya menjadi seseorang yang menghargai apa artinya kerja keras,” kata Reza.

Kelima, membuka cakrawala berpikir di luar kemampuan kita. Memilih menjadi seniman seringkali dipandang masa depannya akan susah. “Seniman yang seperti apa dulu? Mereka yang konsisten pada bidangnya, fokus dan punya prestasi, bisa berhasil,” tegasnya.

reza rahadian vivid argarini al azhar

Keenam, networking itu penting. "Dulu awalnya gimana Kak bisa jadi aktor?" tanya seorang siswi. "Awalnya, ya dengan Kak Vivid," jawab Reza yang memulai langkah menjadi aktor dengan mengikuti kompetisi Top Guest Majalah Aneka Yess!.

Pada tahun 2004 itu, Kak Vivid adalah CEO majalah remaja tersebut. Ia meyakinkan Reza dapat menjadi aktor hebat. Bergabung di majalah yang juga youth centre itu, jejaringnya di industri sinetron kemudian terbuka.

“Saya meniti karir sebagai seorang aktor itu pelan-pelan, melalui jalan yang ketemu Mba Vivid, dari situ saya kenal banyak orang. Networking saya mulai luas, saya mulai menunjukkan kualitas saya sebagai seorang aktor yang tentunya dari waktu ke waktu harus semakin berkembang. Perlahan-lahan perjuangan itu yang membawa perubahan dalam kehidupan saya dan keluarga,” ceritanya.

reza rahadian vivid argarini al azhar

Ketujuh, tunjukkan pada orang lain bahwa kita mampu. Saat sudah membintangi beberapa sinetron lalu saya mencoba main film, Reza juga sempat diremehkan. “Saya berusaha untuk dapat satu project film yang saya mau itu juga nggak gampang,” kata Reza yang sejak 2006 mulai fokus di film.

reza rahadian vivid argarini al azhar

Talkshow semakin seru ketika Kak Vivid meminta lima siswi tampil di depan untuk me-re quote apa yang telah disampaikan Reza plus foto bareng. Di akhir acara, nggak hanya bisa foto-foto, Reza juga sempat beberapa kali mengajak wefie dengan ponselnya. 

reza rahadian vivid argarini al azhar

reza rahadian vivid argarini al azhar

You Might Also Like

0 comments