Wanita Bicara : Digital Sisterhood

7:37 AM

21 Mei 2015, Upper Room - Annex Building Jakarta

vivid argarini digital sisterhood
Bersama Redaktur Pelaksana Femina, Argarini Devi
Konselor Pendidikan, Vivid Argarini, baru-baru ini menghadiri acara Wanita Bicara : Digital Sisterhood yang digelar Majalah Femina dan didukung XL Axiata. Sekitar 300 wanita dari beragam latar belakang mengikuti diskusi panel yang mengupas Digital Leadership dan Digital Parenting.

Isu tersebut diangkat untuk mendorong literasi terhadap teknologi di kalangan wanita. Sebab kita sadari bersama, meski angka melek internet sudah tinggi, namun jumlah wanita yang aktif mengakses internet lebih sedikit dari pria. Masih muncul pula anggapan bahwa wanita identik dengan gaptek dan enggan mengoptimalkan teknologi informasi.

vivid argarini digital sisterhood
Memanfaatkan media sosial, Jos Vanessa Marsya (tengah) berhasil menjadi fashion influencer
Acara ini menghadirkan antara lain Sofia Blake, co-founder 6x6 Women in Action yang juga istri Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia, yang bercerita tentang program Digital Impact. Dalam diskusi bertema Digital Leadership, Direktur Digital Service Officer XL Axiata, Yessi D. Yosetya, membahas bagaimana wanita di dunia korporat memanfaatkan teknologi dengan maksimal. Hadir pula pendiri Wujudkan.id, Mandy Marahimin, pemilik COTTONINK, Ria Sarwono, dan Country Managing Director Accenture Indonesia, Neneng Goenadi.


vivid argarini digital sisterhood
Vivid bersama PR Manager Nutrifood, Arninta

vivid argarini digital sisterhood
Bersama Terry Endropoetro dari Negeri (Kita) Sendiri "Suka koleksinya, setuju banget menyampaikan pesan bagus dg cara yg fun dan educative. @negeriID," tweet @vividargarini
Pada diskusi topik Digital Parenting, para orang tua banyak disadarkan bahwa kini harus mengasuh generasi milenial yang merupakan digital native. Hadir narasumber yakni Digital Forensic Analyst and Information Security Consultant, Ruby Alamsyah, psikolog Ratih Ibrahim, dan Lead for Indonesia Education Go Digital Google Asia Pacific, Pepita Gunawan.

Tak hanya itu, penyuka fashion yang baru berusia 17 tahun, Jos Vanessa Marsya, juga berbagi inspirasi di acara ini. Jos yang dikenal di dunia remaja Jakarta sejak berhasil menggelar garage sale Underrated Market ini, mengajak peserta memahami dunia remaja di era digital yang tak jarang penuh bullying dan peer pressure, dan bagaimana ia mampu memaksimalkan manfaat media sosial.

You Might Also Like

0 comments