Melatih Public Speaking Adik-Adik Bimbel Yayasan Humanisti

6:40 AM

yayasan humanisti vivid argarini

"Aku bercita-cita menjadi (pemimpin) Badan Pengawas Obat dan Makanan," kata Nada, 11 tahun. 
"Aku ingin menjadi polisi wanita," kata Avivah, 13 tahun.
"Aku ingin menjadi koki profesional," kata Alvin, 14 tahun.

yayasan humanisti vivid argarini

Adik-adik dari Bimbingan Belajar Yayasan Humanisti asyik berlatih tampil percaya diri di depan kelas mengungkapkan cita-cita mereka. Wah, ada yang ingin menjadi dokter spesialis kandungan, pemain bola profesional, presiden, macam-macam deh! Dr. Vivid F. Argarini melatih mereka public speaking atau bicara di depan umum.

yayasan humanisti vivid argarini

Kamis pagi (12/07/2018) itu, sebanyak 35 murid telah bersiap di ruang kelas di lantai 2 gedung sekolah yang terletak di Jalan Kampung Rawa Barat, Pondok Aren, Tangerang Selatan ini. Sebagian besar mereka berusia 12-14 tahun, dan ada pula sebagian kecil yang sudah SMA dan calon mahasiswa baru. Mereka semangat belajar bersama tapi masih malu-malu untuk tampil bicara. 

yayasan humanisti vivid argarini

Kak Vivid yang seorang Public Speaking Trainer memaparkan apa saja yang perlu diperhatikan jika kita ingin bisa bicara di depan orang banyak. Pertama tentu harus percaya diri, berani, dan menguasai konten atau materi yang ingin disampaikan. Di awal kelas, ada juga yang sudah berani tampil ke depan antara lain Nada yang masih kelas 1 SMP, juga Laila yang sudah kelas 3 SMA. Sebagian besar lainnya masih malu-malu.

yayasan humanisti vivid argarini

Setelah Kak Vivid menjelaskan teknik-teknik public speaking, semua murid diajak menulis satu paragraf tentang cita-cita atau impian mereka, dan empat poin kelebihan serta kekurangan mereka. Menulis ini menjadi bagian dari menyiapkan konten atau materi yang akan disampaikan saat praktik berbicara.

yayasan humanisti vivid argarini

Tiap peserta diakan berani mencoba untuk tampil bicara di depan kelas. Kak Vivid yang juga seorang dosen pascasarjana ini meminta tiap murid memperkenalkan diri dengan lengkap mulai dari salam pembuka, nama, usia, sekolah, hobi, cita-cita dan salam penutup. 

yayasan humanisti vivid argarini

Pada kesempatan praktik bicara ini, ada adik-adik yang sudah lantang bersuara, ada juga yang masih malu, gugup, tapi semuanya penuh semangat ingin belajar. "Jika gugup dan kehilangan kata-kata, tarik nafas panjang ya, tenangkan diri," kata Kak Vivid membimbing tiap murid.

yayasan humanisti vivid argarini

Selain memperkenalkan diri dan mengungkapkan hobi serta cita-cita, Kak Vivid juga meminta mereka mengucapkan satu kalimat yang menjadi motto hidup sebagai salam penutup. "Pantang menyerah!" "Fighting!" "Berbuat baik pada siapapun dan di manapun." "Terus semangat dan berjuang!" Wah, dengan semangat mereka meneriakkan semboyan hidup mereka lho!    

yayasan humanisti vivid argarini

Sebelum kelas selesai, Ibu Dini dari Yayasan Humanisti berpesan, agar adik-adik terus berlatih mempraktikkan kiat-kiat yang telah diberikan Kak Vivid. "Kalian bisa membentuk kelompok-kelompok diskusi kecil dan berlatih berbicara ya," pesan Ibu Dini.  

yayasan humanisti vivid argarini

"Terima kasih untuk mba Dini dan keluarga besar Bimbel Yayasan Humanisti. Senang sekali diberi kesempatan untuk menyemangati anak-anak. Semangaaat dan pantang menyerah ya anak-anak. Yakin bahwa kamu bisa 💪. Tekun meraih mimpi berbalut doa dan restu orang tuamu. Sampai bertemu lagi ya...," tulis Kak Vivid di akun Instagramnya @vividfitriargarini .

yayasan humanisti vivid argarini
Berlatih satu per satu bicara di depan kelas
yayasan humanisti vivid argarini
Virgin, hobi main basket dan bercita-cita menjadi guru Matematika
yayasan humanisti vivid argarini

Berikut ini kesan peserta tentang acara ini:

Najwa, kelas 1 SMP
"Aku dapat banyak pelajaran di sini. Tadinya aku nggak tahu kayak gimana biar percaya diri."

Nada, kelas 1 SMP
"Tadi kita belajar tentang public speaking, yang ngajarin biar kalau misalnya kita presentasi ngga usah ragu-ragu, percaya diri, ingat materi," kata Nada. 

Alam, mahasiswa
"Kesan saya hari ini, mendapat pelajaran yang sangat berharga yaitu apa itu public speaking, tekniknya, dan bisa lebih lancar lagi saat berbicara di depan orang banyak. Semoga saya bisa menerapkan itu dalam kehidupan sehari-hari," kata Alam yang akan kuliah jurusan Teknik Lingkungan ini.

Adib Fadhillah, kelas 2 SMP
"Saya merasa senang ikut acara ini karena saya dapat ilmu dari Ibu Vivid tentang presentasi dan keberanian diri."

yayasan humanisti vivid argarini

yayasan humanisti vivid argarini
Ibu Dini dan Kak Vivid
yayasan humanisti vivid argarini

yayasan humanisti vivid argarini
Byaratma, putra bungsu Kak Vivid ikut membantu acara
yayasan humanisti vivid argarini

You Might Also Like

0 comments